domino

Berjudi, kenakalan remajaku

Kalau ada yang tanya, kenakalan apa yang sering kamu perbuat semasa remaja?.

Adalah lumrah bila seorang remaja ‘nakal’. Kata ahlinya, pada masa itulah remaja mencari jati diri, ingin menunjukkan eksistensinya, tak ingin dianggap anak-anak dan sudah merasa dewasa, dan yang terakhir merasa bisa menguasai, mengatur dirinya, menentukan mana yang baik untuknya. Sehingga remaja sering melakukan perbuatan orang dewasa, karena alasan tadi.

Bila pertanyaan diatas ditujukan ke saya, maka jawabanku adalah aku sering main judi, Kiu-Kiu, domino, tuo dan lain-lain. Baca kisah di bawah ini.

Masa remaja kuhabiskan di kota kecil Pakkat. Main judi salah satu bentuk kenakalan yang sedang menjamur kenakalan saat itu. Bahkan, parahnya, saat-saat jam pelajaran berlangsung pun, aktivitas perjudian kerap kami lakukan.

Seingatku, mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi sangat menyenangkan. Bukan karena menguasai materi atau sangat tertarik pada mata pelajaran ini, melainkan adanya peluang melakukan aktivitas judi di barisan bangku belakang. Pak Sihotang, Napoleon,–gelar yang disematkan pada guru Bahasa Indonesia yang sudah almarhum ini. Saya tidak tahu, kapan gelar Napoleon ini resmi disematkan pada guru kami yang sudah berumur itu. Ketika pertama menginjakkan kaki di SMP RK Pakkat, gelar ini sudah kami dengar. Cerita yang pernah saya dengar, pak Sihotang  ini sering menuturkan kisah-kisah Napoleon Raja Perancis itu. Dari situlah awal mulanya gelar itu.

Pemberian gelar kepada guru, bukanlah satu bentuk kenakalan kami ;).  Catat!. Sebagian besar guru di Perguruan Katolik ini punya gelar. Dari guru SMP ( 2 sekolah ) hingga SMA semua punya. Terlalu!. Demi menghormati beliau-beliau, takkan ku kisahkan.

Kembali ke judi.

Bahkan, oleh teman, buka Alkitab pun dijadikan sarana judi. Setiap pelajaran agama, alkitab kecil dibagikan. Lalu dipilihlah alkitab terbaru, termulus, untuk dijadikan ajang. Bergantian menyebutkan satu ayat dalam kitab, dan siapa yang membuka paling dekat dengan ayat tersebut, dialah pemenang.

Pernah kegilaan ini menjalar ke mata pelajaran yang lain lagi. Matematika!. Lagi-lagi gurunya Sihotang, Pak TB Sihotang. Guru killer,–bahasa anak sekolahan. Siapapun yang berhadapan denganya pasti nyalinya ciut. Setelah berunding, maka salah satu dari komplotan kami maju ke depan. Lalu dengan wajah memelas, menunjukkan wajah kesakitan yang amat sangat, dia permisi untuk beli obat sakit perut. Lalu ada yang memucat-mucatkan wajahnya. Dan ada yang beralasan cuci muka. Sebab kami tahu, beliau ini paling tak suka melihat muridnya yang mengantuk. Bisa-bisa penghapus sebesar batubata merah itu melayang, atau kapur tulis sejengkal itu mendarat tepat di jidat.

Banyangkan bisa melenceng satu senti ke kiri atau ke kanan, mata sasarannya. Anehnya, seingatku belum pernah melenceng ke sebelas sisi, paling kalau tak kena jidat, ya ke kepala. Penembak jitu!.

Adakadabra!..berempat ketemu di belakang WC sekolah yang super bau. Lalu mematahkan pelepah-pelepah pisang, untuk dijadikan alas duduk. Dan kartu domino pun dibagi.

Pernah nggak sih, ketahuan?.

Ditangkap polisi pun pernah. Sampai saat ini, OppuPartogi tidak tahu, kalau aku pernah dihukum polisi. Bagaimana perasaanku saat dihukum polisi?, merasa bersalah?. Ya nggak lah!. Aku justru dendam sama polisi yang menangkapku. Dari kejadian itu, kami sepakat bercita-cita jadi tentara.  Alasanya, ketika aku masih aktif jadi tentara, dia, yang menangkapku sudah pensiun, kubalbal balik lah dia. Dendam kesumat, tidak direstui. Seingatku hanya satu yang benar-benar jadi tentara. Kalau anda tidak nyaman atau ada gangguan di Bandara Polonia Medan, laporlah ke dia. Disana dia bertugas, angkatan udara.

Ada pengalaman lucu saat SMA. Kala itu ada kegiatan hari guru. Lalu berbagai pertandingan pun digelar juga bakti sosial membersihkan sekolah juga menanam bunga dan memperbaiki pagar. Hari itu, terjadilah kisah main judi di kuburan. Siapa bilang kuburan tempat menakutkan?, justru karena predikat menakutkan itu maka aman tempat berjudi. Tak ada yang menyangka ada aktivitas ditempat sunyi itu. Super aman, bahkan polisi saja tidak curiga. Cobalah, kusarankan, kalau mau berjudi, lakukan di kuburan. ;).

Kalau anda ke Pakkat, tanyalah di mana kuburan katolik. Posisinya diatas jalan Pakkat-DolokSanggul sebelum kota Pakkat, tersembunyi dan sunyi. Disana, berbagai macam bentuk makam ada. Menyerupai rumah dan berpelataran, hingga yang rindang karena pohon tumbuh subur di sisinya.

Kasihan lihat seorang kawan yang kalah itu. Tahu siapa?. Dia adalah cucu seseorang yang terbaring berkalang tanah di bawah sana. Oppungnya terlentang di bawah, sementara dia main judi di atas. Aku menggodanya. “Bagaimana kau bisa menang, Lae. Kita berjudi di kuburan ompungmu?, jelas-jelas saja dia marah melihatmu” kataku.

Benar. Kami berjudi di kuburan oppungnya yang mirip rumah itu. Alasanya supaya terhindar dari sengatan teriknya matahari, pun tak sepenuhnya. Awalnya memang dia menolak. Tapi tak kuasa menahan  bujukan kami, akhirnya dia merelakan kuburan ompungnya jadi arena judi. Bisa saja dia tidak ikut, tapi karena dia seorang pecandu judi, mau tak mau dia ikut juga. Sesekali kami berganti posisi, mengindari sengatan mentari yang semakin membarat.  Tak terasa, berjam-jam kami di kuburan itu. Akhirnya menjelang sore, kami menyudahi permainan. Bukan karena ada yang kalah atau menyerah, melainkan hari semakin gelap, bunyi burung hantu dan jangkrik mulai terdengar.

Dengan lesu kawan yang kalah itu menuruni anak tangga kompleks kuburan katolik dan menghitung kepingan receh sisa-sisa kekalahan. Sementara teman gang menang mengembangkan senyum dan sesekali bersiul, dunia terasa indah, urusan dihukum guru, lihat besok.

Itulah satu kisah kenakalanku semasa remaja. Beruntung, saat ini, aktivitas judi itu sudah kulupakan. Ku anggap sebagai kisah remaja yang indah untuk di kenang. Kalau pun sesekali aku ikut dalam permainan kartu ini, tak lebih hanya ketika arisan keluarga. Tujuanya hanya untuk bergembira ria dan melatih kemampuan memprediksi langkah lawan. Alasan seorang penjudi!.

Kisah kenakalan lain adalah mencuri buah-buahan, salak, kelapa, durian, jambu, tebu, pisang dll. Akan kukisahkan lain hari nanti.

Lalu apa bentuk kenakalan remaja anda?.

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s