Posted on Oktober 28, 2009 by latteung
Tung mansai longang situtu no nasa ise na ro lao mamereng amaniPoluk. Nian dang hea dope niahappon songon na niahappon ni ibana, ima naung martilaha ibana. mardomu muse dang pola piga ro na mandulo ibana. Holan dongan sahutana na i do. Hape ni bege baritana, tung parsaor situtu do ibana.
Marmassam do pandohan ni na ro [...]
DIarsipkan di bawah: Adat Batak | Ditandai: adat dalihan na tolu, pesbuk | 4 Komentar »
Posted on Oktober 9, 2009 by latteung
Aku mulai gelisah ditempat dudukku, di kursi panjang pada barisan paling depan yang menghadap ke altar. Kulirik jam tanganku, sudah memasuki pukul 10.30, sementara kotbah ibu Pendeta sepertinya masih panjang. Alunan suaranya masih mendengungkan tanda koma saja. Kata “amen” yang kutunggu-tunggu dari tadi belum juga muncul. Kucoba untuk konsentrasi mendengarkan kotbah inang pendeta yang baru [...]
DIarsipkan di bawah: Adat Batak | Ditandai: adat mamahui jabu, mamompoi jabu, mangapi-api jabu | 2 Komentar »
Posted on September 19, 2009 by latteung
Frans melempar pandang, jauh ke depan sana, memandang Sungai Sigeaon yang berkelok seperti ular, membelah jantung kota Tarutung. Sesekali, angin kencang dari lembah Silindung bertiup, memainkan rambutnya yang sedikit gondrong. Gerimis yang sedari tadi menerpa wajahnya tak dihiraukannya. Seolah Frans sedang menikmati rintik hujan yang menerpa tubuhnya. Dia melirik kebelakang dan dilihatnya Sinta masih berdoa, [...]
DIarsipkan di bawah: Adat Batak, Latteung | Ditandai: Adat Batak, Sinamot | Leave a Comment »