Kisah Jauttal si Pelayan Toko

Alkisah,
Seorang remaja, belasan tahun, putus sekolah, menjadi pelayan disebuah supermarket bahan bangunan, perkakas mekanikal dan elektrik. Awalnya dia hanya seorang juru parkir di toko itu. Karena satu peristiwa, sang pemilik toko merekrutnya menjadi tenaga penjual. Bahasa sekarang, sales boy. Pemilik toko tahu kalau dia seorang anak yatimpiatu. Ia menumpang dirumah kontrakan sesama jurubparkir di kawasan itu.

Ia seorang yang rajin, reliti dan ulet bekerja. Bila teman2 nya bekerja dengan sistem teng-go, alias ngacir secepatnya, maka dia akan memberikan waktu membereskan beberapa barang yang diletakkan pelanggan bukan pada trmpatnya. Walau bukan tugasnya tetapi ia melakukanya tanpa paksaan.

Toko itu memberikan remunerasi dan sistem point penjualan pada sales-salesnya dan dibagikan setiap hari setelah selesai bekerja. Tak heran, karyawan toko itu rajin menawarkan dan merayu para pelanggan untuk berbelanja lebih banyak.

Demikian juga Jauttal, sebut saja nama remaja itu, berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan terbaik. Selain untuk meraih komisi penjualan, ia memang seorang yang ulet. Pemilik toko melihat dan menilai karyawanya lewat kamera cctv. Ada rasa kagum dalam hati pemilik toko melihat hasil kerja Jauttal.

Dua hari ini, point penjualan Jauttal menurunn drastis dari biasanya. Itu terlihat dari beberapa lembar ribuan saja yang diterima Jauttal sore itu ketika pemilik toko membagikan komisi penjualan.

Kadang, pemilik toko memutar rakaman cctv bila ada hal yang menarik untuk diketahui.

Ia melihat Jauttal melayani seorang kakek-kakek yang sedang berbelanja. Pemilik toko tahu betul siapa kakek2 itu. Pria tua itu datang kepadanya mencari sebuah skrup sembari menunjukkan sebuah sekrup kecil. Lalu, karena dia tidak tahu dimana letak sekrup maka pemilik toko menyerahkan urusan itu kepada salesnya.

Rupanya, sang sales tidak melayani dengan baik. Hingga Jauttal datang dan membantu sang kakek.

Lewat rekaman CCTV pemilim toko melihat Jauttal menghabiskan waktu berjam-jam menemani sang kakek mencari sekrup tersebut.
Kakek tua itu menanyakan banyak hal kepada Jauttal. Mulai dari ukuran dan bentuknya. Rupanya sang kakek mencari sekrup untuk membetulkan mobil mainan sang cucu.

Rekaman hari kedua pun demikian.

Sang kakek datang lagi menemui Jauttal sekaligus membawa mobil mainan yang rusak itu.
Dengan sabar Jauttal mencari sekrup kecil untuk mainan itu. Ia telah melupakan pelanggan lain demi sang kakek. Hingga akhirnya sang kakek merasa puas karena mobil mainan itu diperbaiki Jauttal.

Pemilik toko merasa gusar karena Jauttal membuang waktu dan tenaganya pada hal yang tidak penting.

Jauttal pun mendapat surat peringatan pertama dari pemilik toko. Ia menerima itu dengan senyum dan tidak mengatakan apa-apa.

Suatu ketika, disatu tempat, pemilik toko bertemu dengan sang Kakek. “Kamu sungguh beruntung memiliki karyawan dengan hati setulus dan sebaik itu. Saya berkeliling dari toko ke toko di kawasan pertokoanmu itu dan semuanya menyepelekan saya karena saya hanya membeli sebuah skrup kecil. Saya sempat berpikir kalau di dunia ini sudah tidak ada orang baik. Ternyata, karyawan mu itu mementahkan  pikiran saya. Bagaimana kamu mendidiknya?, kamu sungguh bos yang baik. Dan dia juga memujimu seorang yang peduli pada bawahan.

Pemilik toko termenung.

Ia tidak bisa tidur memikirkan ucapan si Kakek tua itu.

Keesokan harinya, ia memanggil si Jauttal keruanganya dan segera memeluknya. “Maafkan bapak, karena memarahimu beberpa hari yabg lalu”

Jauttal hanya bengong melihat perlakuan atasanya. Dia sungguh tidak mengerti apa yang terjadi.

Kenapa kamu begitu peduli kepada si Kakek?, tanya pemilik toko.
“Pak, saya seorang yatim piatu, saya hanya dibesarkan oleh seorang kakek yangg sudah tua. Kakek menyekolahkan saya hingga tamat SD. Keika saya SMP kelas 1 kakek meninggal. Saya menjadi sebatang kara, lalu saya hingga jadi juru parkir ikut teman kakek dan akhirnya bertemu bapak dan bekerja di toko ini. Saya merasa bertemu dengan kakek saya ketika saya melayani si Kakek itu. Saya tahu perasaan si Kakek karena kakek saya dulu sering memberikan saya mobil mainan dan memperbaikinya bila rusak. Dan saya sangat tahu bagaimana perasaan cucu si kakek ketika mobil mainya sudah bagus” kata Jauttal.

Pemilik toko tercenung. Ada linangan air mata di kelopak matanya.

“Pak…permisi. Saya mau berkerja dulu” kata Jauttal dan bergegas pergi meninggalkan bos nya pemilik toko yang masih terselimuti berbagai kabut perasaan tak menentu.

Pesta Bonataon Punguan Pomparan Raja Lumban Gaol Jabodetabek

_MG_1308Hari yang bersejarah bagi seluruh pomparan Raja Lumban Gaol seJabodetabek, 17 Januari 2016 diadakan pesta bonataon, ucapan syukur sekaligus pengukuhan pengurus baru periode 2016 sampai 2020. Pesta bonataon yang dihelat di Gedung Mulia Jakarta Timur dihadiri sedikitnya 4000 jiwa. Continue reading “Pesta Bonataon Punguan Pomparan Raja Lumban Gaol Jabodetabek”