ESSAY, TORSA

Mudar na makkuling

Mata saya sibuk mmbolak-balik lembaran daftar caleg yang terpampang di TPS itu. Kalo dipapan ini, foto dan nama caleg di cantumkan maka di kertas pemilihan, hanya nama saja.  Satu persatu caleg dari tiap partai saya baca. Kekritisan pikiran ini mulai meradang ketika membaca satu persatu caleg dari partai-partai kontestan pemiliu 2009. Yang kutahu, puluhan caleg orang batak ada disana. Mulai dari caleg DPR hingga Caleg DPRD tingkat 1.

Pertama, mata saya mencari caleg DPRD tingkat II, dimana ada saudara yang ikut jadi calegnya. Istri saya yang dari tadi nanya melulu ikut memperkeruh pikiran ini. Seolah saya ini tim sukses dari seorang caleg, saya mempromosikan si caleg tersebut pada istri saya. ” Siapasih itu pa? teman mu?…”

“Iya, temanku sintua di perumnas 2 bekasi, kau pilih dia ajalah”

Jujurnya, dari lubuk hati yang paling dalam, pengen golput saja, tapi mengingat untuk ikut terdaftar di DPT saja sudah merupakan keberuntungan, maka sikap golput uni saya pinggirkan dulu. Mumpung ada saudar dan teman yang butuh suara kita, gak ada salahnya kita berikan, perkara menang atau kalah itu urusan dia.

Beberapa partai yang didirikan oleh orang kristen seperti PDS, menjadi partai yang membuatku jijik. Partai ini yang katanya partai kristen, tapi kok nggak punya sikap dan perbuatan seperti orang kristen yah. Calegnya berlomba-lomba untuk maju, lalu ada caleg dari agama lain, dan ketika memilih pengurus pusat, ada percekcokan. Sungguh tak menggambarkan iman kristen. Saya memilih caleg PDS tak lebih karena dia teman saya, dan kebetulan saya di email-in sama teman saya ini, minta dukungan.

Duh, orang batak.

Seandainya bersatu, mungkin lima sampai sepuluh orang bisa duduk di dewan. Entahlah, apa yang ada didalam pikiran mereka ini. Mulai dari pegawai biasa, pengusaha, hingga pendeta maju menjadi caleg. Lalu siapa yang memilih? bukankah hanya orang mengandalkan suara orang batak?. Di negara yang penduduknya masih belum dewasa dalam soal demokrasi, belum  dewasa dalam soal platform partai, mungkinkah orang yang bukan batak memilih caleg batak?. Kemungkinanya kecil!.

Dasar batak, dang diho, dang di au, tumagon di begu!, guman ku

“Adapa seh?’ tanya istriku yang sedari tadi memperhatikanku yang senyum-senyum sendiri. Iya neh, orang batak ini punya sifat nggak mau kalah. Eme namsak di gagat ursa, i namasa i ma ni ula, marsaleg dongan, marsaleg ma iba.

Alangkah indahnya kalau budaya jelek ini di ubah. Belum pernah saya lihat ada orang batak yang bilang gini “  Ho ma jo maju bah, hudukung hami pe, agiat pala sada sian halak batak adong na maju, ho mamboan soaratta”

Yang ada bilang begini, ” Bah…marga Lumban Gaol sudah pada mengajukan caleg, yang macam mananya marga kita ini, masak kalah sama marga orang lain? lecce kali marga kita ini, nggak main marga kita ini…”

Ujung-ujungnya semua marga ada calegnya, sega bangso i. Hal lucu, setiap ada perkumpulan, arisan, pesta hingga acara keagamaan, maka kalender dan kartu nama berseliweran. Entah dari marga dongan tubu, atau dari marga boru. Tak heran, yang marhula-marsimatua saling menjegal di pemilu ini.

Mataku kemudian tertuju ke ke lembaran DPD, dan mencoba melihat siapa-siapa saja DPD yang saya kenal. Tak semua orang di TPS kami ini tahu apa DPD ini. Dan bisa kupastikan, kalau salah satu calon  anggota DPD ini wajah lama yang sudah cukup dikenal masyarakan lewat media. Maka, tak heran pula, orang-orang di TPS kami ini, seolah setuju memilih dia saja, karena cuman dia yang dikenal.

Calon DPD paling bawah adalah Texin Sirait MM. Dari puluhan calon DPD jawabarat, Texin Sirait satu-satunya BATAK.  Bah, siapa pulak ini Texin Sirait ini?. Saya panggil pardijabu untuk mendekat, lalu kubilang ” Nanti lebaran DPDnya polih Texin Sirait…”

“Napa? kenal, Pa?”

“Nggak…cuman karena dia doang yang Batak”

Ya. Kebetulan dia sendiri yang batak dari beberapa puluh calon anggota DPD itu. Makkuling do mudar i. Perumpamaan yang menunjukkan, kalau ikatan benarng merah kebatakan ini langsung bicara. Walaupun, saya nggak tau dan tidak kenal siapa itu Texin Sirait, tapi saya memilih dia. Sekali lagi Makkuling do mudar i.

Hanya darah orang batak yang makkuling, darah suku lain cukup mengalir. Dan saya yakin, semua orang batak punya rasa yang sama dengan saya. Terbukti, ketika beberapa teman saya wawancarai, maka semua mereka yang ikut memilih pada pemilihan kemarin, memilih Texin Sirait sebagai calon DPDnya. Apa mereka kenal?. Jawabanya TIDAK!. Hanya karena ikatan ke-batakan, mereka memilihnya.

Seandainya nanti Texin Sirait MM ini terpilih menjadi anggota DPD, apakah dia juga punya darah yang makkuling?. Jawabnya tidak tahu, terserah dia saja.

Dang di ho, dang di au, tumagon di begu. Maka tak heran kalau dikampungnya sendiri, orang batak keok!.

1 thought on “Mudar na makkuling”

  1. assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Gak Jelas? 😐

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s