Kloman vs Lomang

Mendengar sekilas,  tak ada beda antara klomang dan lomang.  Secara harafiah, keduanya dibedakan oleh huruf konsonan ‘k’. Lomang adalah sejenis makanan yang terbuat dari ketan, yang dlam bahasa indonesianya disebut ‘lemang’. Cara pembuatan makanan lezat dan harum ini adalah dengan menanaknya didalam corong bamboo. Dikampung saya, di Pakkat, makanan ini merupakan makanan khas. Beberapa lapo sengaja membuat makanan yang berbahan pokok beras ketan, santan kelapa ini. Bila pesta Tahun baru  tiba, maka penganan ini banyak mendominasi menu masakan setiap keluarga di kampong saya, dulu. Makanan siap saji seperti roti kalengan, biscuit, dodol dll seperti sekarang ini masih jarang..,

Lalu, bamboo yang dipakai untuk memasak lomang inipun adalah bamboo khusus untuk lomang, sehingga di kampong saya ada yang dinamakan dengan ‘bulu lomang’ yang artinya bamboo lemang. Sama halnya dengan bamboo biasa, yang memedakan adalah bentuknya tipisa dan per-ruasnya memanjang hingga satu meter per ruasnya.

Sedikit tentang cara memasak makanan ini adalah, persiapkan dahulu bulu lomang yang akan dipergunakan, pilih yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Bila terlalu tua akan lebih mudah terbakar. Masukkan dau pisang yang sudah ‘dilayukan’ lebih dahulu kedalam corong bulu lomang ini. Dan seterusnya. Isilah bamboo ini dengan beras ketan kira-kira tiga perempatnya, dan untuk mempermudah memasaknya, terlebih dahulu, rendam beberapa jam beras ketan ini. Jangan penuh!. Kalau penuh, nanti pada saat dia matang, akan tumpah. Lalu masukkan air santan kedalam, hingga melampaui beras ketan tadi.

Bakarlah bulu lomang yang sudah dipenuhi beras ketan tadi dengan cara mendekatkanya ke bara api. Jangan sampai kena bara api, karena bara api bias membuat bambunya terbakar sementara lemang didalamnya belum matang. Setiap duapuluh menit, mambu ini diputar sedemikian rupa untuk mendapatkan lemang dengan kondisi merata.

Itulah proses pembuatan lemang. Sungguh enak dan harum!

Sebutlah namanya Epri. Umurnya baru enam tahun, rumahnya persis didepan rumahku. Marganya simamora dan ibunya boru Panjaitan. Dia memanggilku dengan uda, singkatan dari bapa uda. Bagi dia, beda rumahnya dengan rumahku tidak ada. Seolah dia punya dua rumah, dan punya duapasang orang tua. Minta sesuka hati dan makan ataupun tidur sesuka hati di kedua rumah ini.

Suatu sore, ketika saya baru menginjakkan kaki di teras rumah, aku dikagetkan oleh suaranya yang cempreng dan melengking memanggilku. Dan seperti biasa, kalau dia sudah memanggilku maka haruslah dituruti apa yang dia inginkan.

“Uda….sini deh…aku ada klomang”

“Iya ntar yan nak, uda ganti baju dulu…”

“cepat yah,..” ujarnya dari balik pagar rumahnya

Mendengar kata ‘klomang’ yang awalnya aku mengira ‘lomang’ maka dipikiranku adalah mereka punya penganan ini. Entah dari manalah si kakak mamanya mendapatkan makanan ini. Yang jelas, teriakanya telah mensugesti pikiran saya, untuk segera menyantapnya. Pun, air liurku langsung menetes mendengar kata ‘lomang’ ini. Mungkin karena sudah lama saya tidak mencicipi penganan ini.

“Adek ada lomang…” kataku kepada istriku yang sedang duduk nonton televise. Kami biasa memanggil epri dengan sebutan ‘Adek”, karma dia anak bontot, dan dia sendiri kalo menyebut dirinya memang ‘adek’.

“Oyah?? Dapat dari mana si kakak??…..ambilin gih” kata istri saya. Rupanya dia juga doyan lomang. Aku bergegas menuju rumah depan, rumah si Epri.

Aku langsung ngeloyor ke meja makan dan membuka oenutup makanan yang ada disana, namun tak menemukanya. Lalu bergegas buka kulkas yang tak jauh dari meja makan itu. Adalah  biasa hal seperti ini kami lakukan. Mungkin karena kami yang dua keluarga ini sudah akrab, maka  tak ada rasa sungkan buka-buka kulkas mereka. Sebaliknya juga demikian terhadap kami. Kalo tak ada nasi, sementara perut sudah lapar, maka cara cepat mendapatkan makanan adah dengan cara mengambil jatah makan si epri dari rumah depan.

Aku kebingungan, dimana mereka menaruh makanan ini.

“Nyari apa??…” Tanya si kakak, ibunya Epri.

“Nyari lomang” jawabku singkat dengan masih terus ‘manigati’ kulkas itu

“Lomang apaan??”

“Tadi si adek bilang, kalian ada lomang”

“Mana ada lomang….lomang dari mana??”

“Iya…si adek bilang lomang” kata saya lagi

“Bukan lomang..tapi klomang….tuh..tuh..yang dipegangngnya” seraya menunjukkan benda yang dipegang si adek, dan si kakak trersenyum melihatku bingung.

“Uda…liatlah, aku punya lima klomang..” kata epri.

Aku baru tahu, kalau ‘klomang’ itu adalah binatang  sejenis kepiting. Dilihat dari bentuk badannya, maka persis anaknya kepiting. Punya kaki dan capit dan cara berjalan yang sama dengan kepiting. Bedanya, klomang punya rumah seperti siput yang dibawa-bawa. Lalu, binatang kecil ini ditaruh di kotak kecil yang di isi air. Hal lain, rumah binatang ini dicat berwarna-warni. Dan binatang ini dijual seharga dua ribu rupiah. Cat ini mungkin gunanya adalah untuk menarik minat anak-anak untuk membelinya.

Ada saja cara orang cari duit. Memanfaatkan tubuh klomang yang unik lalu di kasi warna sedemikian rupa dan di jual. Banyak anak-anak yang suka, bahkan si anak harus menangis dulu, biar bias beli klomang.  Hasrat makan lomang, sirna seketika bagitu melihat si epri sedang asik main klomang.

Dua hari berselang, ketika pulang dari kantor, aku melihat ada sepiring lomang beneran di meja makan. Selidik punya selidik, ternyata lomang itu di beli inang mertuaku dari senen. Dia juga tau kejadian dua hari lalu, kejadian tentang klomang. Tanpa piker panjang aku habisin tuh lomang dalam sekejab. Terimakasih inang mertua, nggak jadi ‘tarhirim’ aku jadinya.

Lalu, aku memanggil epri dari teras rumah ku “ Adek….sinilah, uda punya lomang, mau liat nggak??”, dia berlari kecil menuju rumahku. Isriku dan inang mertuaku senyum-senyum lihat kelakuanku

Kubalas kau , kataku dalam hati!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s