Beranda » Kategori » Parsorion » Ulah Security Bodat Bag – 1

Ulah Security Bodat Bag – 1

Ini pengalaman keduaku berhadapan dengan sekuriti yang mengesalkan juga memuakkan. Tak ada firasat bakalan mendapat pengalaman tak mengenakkan ini. Seperti biasa, dengan gaya menyakinkan juga dengan gaya cuekku mencoba melemparkan sebuah senyum yang cukup manis menurutku ke arah pos penjagaan itu. Kulihat, seorang anggota sekuriti dengan wajah tak enak di pandang membukakan pintu gerbang pabrik itu untukku. Dengan wajah datar, atau bisa saya gambarkan sebagai tatapan datar melihatku pergi meningggalkannya.

Dari kaca spion, saya melihat dia ngomong sendiri, dan semakin kuperhatikan dari jauh dia sepertinya sedang mengomel. Aku mulai berpikir kalau ada yag salah dari sikapku tadi. Kucoba mengingat apa yag terjadi barusan, dan sepertinya saya tak menemukan ada hal yang sah dari sikapku. Mulai dari permisi untuk keluar makan siang hingga memberikanya senyumku yang paling manis dari wajah gantengku.

Seperti biasanya, lapo adalah pilihan terakhir untuk temat makan siangku. Semua lapo di daerah ini sudah kujambangin, dan menurut analisa rasaku, tak ada lapo yang punya masakan spesial. Semua sama, mulai dari ras saksangnya, hingga yang namanya panggang, semua sama. Dikatakan panggang, nggak juga, karena cara masaknya sudah digoreng. Hanya aeren perut lapar dan terbiasa dengan masakan tapanuli, tentunya lengkap dengan daun singkongnya maka hari ini aku memutukan untuk makan siang di lagi.

Klakson mobil kubunyikan sebagai petanda untuk dibukakan intu gerbang pabrik yang panjang itu. Saya menunggu beberapa menit, dan terlihat sekuriti yang tadi datang kearahku. Dia tidak membukakan gerbangnya, hanya gumanan kecil yang terlihat dari mulutnya.

Aku cuek. Lalu kuambil HP Samsung kesayanganku, yang kubeli dengan menyicil di kartu kredit, tentunnya dengan pasilitas easy pay-nya. Kucoba memutar sebuah lagu, sembari menunggu satpamnya membukakan pintunya. Semenit, dua menit, tiga menit. Ini dia awal dari cerita pengalaman buruk ini.

Dia datang, keluar dari posnya, lalu terlihat berjalan kearahku, dan aku segera melepaskan headsetku dan membukakan kaca sampingku. Secara tak kuduga dida menepuk dadaku tiga kali, dan bialng
“Mas….kalau mau masuk, buka sendiri pintunya….”
“Maksudnya apa pak?” anyaku, bingung dan saya mulai nggak nyaman.

Dengan bersungut dia mendorong pintu gerbang itu seukuran badan mobilku.

“Ada masalah apa??” Tanyaku

“Emang kenapa??!” sahutna dengan nada tak enak. Emosiku mulai bekerja.
“Buka gerbangnya saya mau masuk, ….”

Setelah mobil saya parkirkan saya secepatnya berjalan menuju pos penjagaan itu, saya sungguh tak terima perlakuanya yang sangat kurang sopan. Ih..saya disentuhnya, dadaku ditepuknya. Emang saya cowok apaan??. Saya merasa ternoda dan terhina. Bukan muhrimnya, kok beraninya memegang dadaku. Sandainya dia securiti wanita, mungkin lebih dari dadaku ku berikan utnuk di tepuknnya. Ini pelecehan….bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s