Ulah Security Bodat Bag-2

Apa aku harus jengkel, dongkol, atau sejenisnyalah hingga tulisanku tentang SB, alias secuiti bodat harus kujadikan PR kayak anak sekolahan??. Jangan, nggak boleh jengkel. Anak tuhan nnggak boleh gitu. BElajar sabar aja dah, pasi ada hikmahnya. Saya bisa membayangkan bagaimana pucat pasinya wajah enginer-enginer Cikarang Listrindo tadi siang. Puluhan pabrik besar yang ada di kawasan insustri MM2100 dan Cikarang harus kecewa, bahkan harus merelakan produksi terganggu, Listrik padam. Denger-denger salah satu induk pembangkitnya terbakar. Milliaran kerugian diderita perusahaan yang biasa menggunakan jasa mereka.

Bukan mau ngomongin listrik, cumang mo ngasih tau kalau tulisan tenang USB, securiti bodat ini nggak selesai, ada kaitanya juga. Kok bisa?? yang bisalah, tanpa bisa dong.

Jam 3 sore ini aku dah nongkrong di depan komputer, seperti biasanya, kalo lagi nggak kemana-mana aku pake komputer kantor. Semenit, sepuluh menit, gak ada gangguan yang cukup berarti. Bahkan YMku tak menunjukkan gangguan yang berarti. Akhir-akhir ini, sering ada YM kesasar dengan sengaja masuk ke YMku.

YM yang kebanyakan dari ito-itokuyang baik hati, yang pengen kenalan dengan seorang h2_oi. Mungkin bereka pikir kalo aku ini adalah oran yang pas untuk diajak berkenalan. Bisa aja sih, asal jangan ada ekspektasi lain dari sebuah perkenalan dengan seorang h2_oi, karna bagaimanapun, disini dah jadi lakik orang. Nggak mau macam-macam ah, palagi sama ito-itoku boru batak di dunia maya ini. Jadinya, YMku belakangan ini sering ku invisible. Tiba jam empat kurang 18, yup kurang delapan belas, ada panggilan mendadak dari pabrik. Itu dia. Setelah listriknya power on, ada tiga esin yang mengalami kerusakan. Huh!. Sebagai seorang lelaki panggilan dan pemuas customer, akhiryna berangkat juga ke Cibitung. Dah bawa perlatan olahraga lagi, aku pikir bisa menyelesaikan problem mesin ini dalam hitungan menit.

Emang Ponari?? orang sakit puluhan ribu, cukup di celupin batu langsung sembuh.

Kembali ke judul deh, makin ngelantur neh.

Akhirnya, setelah parkirkan mobil saya langsung menuju ruangan Satpam yang perssi di samping gerbang itu. Disana dah menunggu satpam tadi juga seorang rekannya. Lalu saya bilang “Apa maksudnya menepuk dada saya,..”

“Nggak senang..”
“Iya nggaklah, saya merasa dilecehkan, anda kurang sopan sama tamu”
“Nantang??”
“Iya…..maunya apa??” aku makin esmosi aja, lalu satpam yang satunya segera melerai, mungkin takut ada pertumpahan darah, pertumpahan air atau pertumpahan yang lain dah.
“Maaf pak,…udahlah, nggak usah diperpanjang….”
“Saya nggak terima, maunya dia apa” kataku
Sembari merangkulku dia menarikku keluar dari ruangan itu dan tak henti-hentinya minta maaf.

Dengan masih emosi tinggi, saya naik ke lantai 3 gerdung pabrik itu, menuju ruangan office. Kucari ruangan manager HRDnya. Dan ketemu setalah ditunjukkan oleh salah satu staff yang ada di sana, saya bergegas ke mejanya.

“Maaf pak mengganggu, saya telah diperlakukan kasar oleh securiti bapak..”
Setelah bicara sebentar, dan saya jelaskan, lalu kami berdua turun menuju pos satpam itu. Si satpam langsung dipanggil. Gobloknya, dia masih ngotot, nggak merasa bersalah. Dengan dalih, banyak beban ikiran, banyak tekanan sama pekerjaan yang berhubungan denga sekuriti, dia ngotot. Lalu saya bilang ” Bapak masih ngotot, apa tak cukup saya hadirkan manager HRDmu kesini? apa peru sekalian manager Koreamu, ato presdirmu saya hadirkan juga??.

Si bapak manager yangternyata masih tiga hari bekerja disitu terperanjat, lalu bilang, “bapak siapa?”

“Saya disuruh datang kesini sama Mr.X” seraya menyebut salah satu GM di pabrik itu.
“Maunya bapak apa, saya siap mendengarkan”katanya
“Saya mau pak sekuriti ini minta maaf sama saya, karna tlah berlaku kurang ajar..”

Bertiga diam!.

“Pak, atas nama PT. INI, saya selaku atasan dari pak sekuriti ini, minta maaf sama bapak dan saya akan memperhatikan tatakrama anak buah saya untuk besok-besok hari, nggak usah diperajangpak, saya masih baru dan saya akan mengevaluasi mereka, sekali minta maaf pak hendry”

Melihat tindakan gentle Manager HRD ini, hatiku melembek juga, menghargai dia selaku seorang atasan yang bertanggung jawab, dan menghargai sikap kesatrianya. Toh, saya menyadari kalaupun masalah ini saya bawa sampai ke atasanya HRD manager ini, tentunya bakalan ada yang akan menderita.

“silahkan bapak lanjutkan pekerjaanya, saya akan bicara lagi dengan bapak ini,” ujar pak HRD Managernya.

Satu yang membuatku ketawa dan tersadar dari kejadian itu, manakala saya ceritakan ke beberapa orang di pabrik itu. Mereka bilang kalo satpam itu adalah satpam stress, karena dah sering bikin ulah ke karyawan. Juga ulah yang sama dia perbuat ke karyawan perusahaan catering yang ada di pabrik itu. Dasar satpam stress, pikiriku.

2 pemikiran pada “Ulah Security Bodat Bag-2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s