Beranda » Kategori » Parsorion » Hidup Pas-pasan

Hidup Pas-pasan

Dalam hidup ini, terkadang kita terlalu banya terobsesi akan beberapa hal, tanpa melihat kemampuan, keahlian dan faktor penunjang lain yang bisa meraih opsesi tersebut. Tak salah memang, namun ini lah yang disebut  naso tinanda dirina. Banyak orang berbuat bukan sebagai dirinya sendiri melainkan mencoba kalau diri nya adalah diri orang lain. Dalam prosesnya banyak kekeceaan yang kita dapatkan mana kala sebagian orang tidak menerima apa yang telah kita lakukan, pun itu sudah kita maksimalkan.

Bagi saya pribadi, hidup ini harus di buat sesederhana mungkin, tanpa bermaksud menyalahkan orang lain yang terobsesi tadi, namun ada baiknya kita menyerderhanakan pikiran, cara pandang juga ekspektasi. Untuk apa? kalau bukan untuk meminimalisasi rasa kecewa, juga untuk melatih diri hidup bergabung dengan alam yang penuh dengan kesederhanaan.

Mungkin aneh, kalau saya ak bercita-cita jadi orang kaya. Hidup paspasan adalah cita-cita saya dalam menjalani sisa kehidupan ini. Pas butuh makan, ada makanan dan kita tinggal menikmati makanan itu dan menjadi berkat bagi kita. Sudah saya alami sendiri. Ketika saya menganggur, maka hidup pas-pasan ini saya terima dengan puji syukur pada sang pencipta. Pasa saya menganggur, maka Dia memberikan saya pekerjaan.

Lalu, pas saya jomblo dan pengen menikah, maka Dia juga memberikan saya seorang istri yang baik dan bisa membina rumahtangga. Masih banyak lagi kehidupan saya yang pas-pasan ini. Pas mau belanja bulanan, ada rejeki dikasih untuk bulan ini saja. Cukup!.

Jadi nikmatilah hidupmu walaupun itu cuman pas-pasan saja.

beberapa tahun lalu, ada seseorang yang mengajarkan saya memeberikan jawaban ketika ditanya orang lain tentang kehidupan ini. Ketika itu, seorang dari teman saya menjawab di orang tua penuh bijak sana ini.

“Ai bohado, tulang nga godang ra dipapungu ho sian hasil ni parkarejoan mi”
“Begini-ginilah amang boru, ..”
“Begini bagainana? nggak mengerti saya…”
“Imadah, dang adong, sae-sae allangon do…”.
“bah nga sala ho di sini tulang….”
“Parsalana??”
“Dang songoni alusna…”
“Bohado?”
“Ido amang boru, Gajikku sae-sae palaoon do…”

Maksudnya begini, sae-sae palaon adalah, ketika kita mau makan, maka duit itu Sae kita belanjakan. Ketika kita mau beli baju, sisa uang itu masih sae juga. Dan ketika kita menikamti hiburan, maka duit itu juga masih sae. Jawaban yang bisuk bukan??.

Jangan pernah berkata” asal ma kaerejo” ketika seseorang menanyakan bagaimana hasil pekerjaan kita. Semuannya itu adlah berkat.!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s