Pakkat, kota kelahiranku

Sinar mentari terasa hangat dipunggungku yang telanjang. Aku mencoba mengguyurkan air dingin tempatku berendam, terasa dingin hingga kepori-pori dan tulang sumsumku. Kucoba menikmati dinginnya air sungai yang jernih. Sungguh, telah lama ku idamkan suasana ini. Bertahun telah kutinggalkan, kini aku kembali kedalam pelukanmu, sungai ku.

Nanti, dan nanti, pastinya nanti aku akan pulang dan kembali kepelukanmu sungai ku…..

4 thoughts on “Pakkat, kota kelahiranku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s