HATA SO PISIK

Pesohor di Negeri ini dan ke-Indonesiaan

Masih segar diingatan saya, ( mungkin rekan yang lain juga tahu ) bahwa seorang penyanyi tersohor di negeri ini di protes dan disomasi oleh banyak orang. Sebut saja namanya RF, dimana pesohor ini didaulat membawakan lagu Kebangsaan Indonesia Raya di forum resmi, sebuah kampanye partai politik. Sadar atau tidak sadar, tahu atau tidak tahu bahwa si pesohor yang jago bernyanyi ini meng-inprove lagu kebangsaan ini. entah mungkin tujuannya supaya enak didengar, maka begitu dinyanyikan dengan versinya, dengan cepat di protes banyak pihak.

Mungkin dia tidak tau, bahwa satu-satunya lagu yang tidak boleh diubah-ubah, di arrange ulang, adalah lagu kebangsaan Indonesia Raya. Lagu yang merupakan roh bangsa ini. Seharusnya generasi muda tau kalau berjuta rakyat, pejuang telah gugur hanya untuk memperjuangkan supaya lagu ciptaan W. G. Supratman ini bisa berkumandang dari Sabang sampai Merauke, tanpa rasa takut.

Hari ini tepatnya tanggal 17 Agustus 2009. Enam puluh empat tahun Negara tercinta ini mengenyam yang namanya kemerdekaan dari penjajahan bangsa lain. Dimana-mana, diadakan pesta dengan cara yang berbeda-beda pula. Dari kecil hingga jompo, semua bersukaria merayakan hari jadi republik ini.

Tak ketinggalan semua stasiun televisi, mengambil tema merah-putih selama dua hari ini. Satu hal yang sangat miris, kembali ditayangkan di salah satu stasiun televisi. Host dan pembawa acara di televisi tersebut, yang juga pesohor di negeri ini memperlakukan bendera MERAH PUTIH sebagai satu kain biasa saja.

Memang, hanya selembar kain putih dan kain merah yang disatukan, dijahit menjadi satu kesatuan. Tapi, begitu dijahit menjadi mera-putih, maka dia bukan lagi hanya sebagai kain BELACU. Dia sudah menjadi bendera  Negara ini. Beribu pejuang gugur, hanya untuk menancapkan bendera ini di seluruh tanah air ini. Tak peduli, desingan peluru yang senantiasa menjadi pengantar ajalnya, yang paling penting, Merah Putih tidak boleh jatuh ke tanah dan tetap harus berkibar di udara.

Sungguh, bertolak belakang dengan tontonan ini. Bendera kebangsaan RI ini diperlakukan seperti kain pel, dililitkan seenak udelnya kebadannya, di remas-remas dan dibuat sebagai bahan perolok-olokan. Dimana mental dan moral sebagai generasi muda bangsa ini??.

Hal yang paling memuakkan, ketika para pesohor di negeri ini di wawancarai tentang lagu-lagu perjuangan dan lagu-lagu heroik lainya maka dengan sangat bangganya berucap, gak tau tuh…dah lupa ..gimana sih lagunya. Sungguh menjijikkan!!

Hal senada, ketika saya mengikuti berbagai perlombaan dalam merayakan dirgahayu ini, maka tak ada satupun yang menurutku berhubungan langsung dengan perjuangan para pahlawan. Sebut saja, ketika diadakan lomba nyanyi dan karaoke, maka lagu-lau yang dipilihkan semuanya lagu-lagu anak muda jaman sekarang. Para peserta yang terdiri dari anak-anak hingga dewasa, satu pun tak ada yang menyanyikan lagu perjuangan. Sungguh miris!.

Dan ketika kami sama-sama menyanyikan lagu-lagu perjuangan, maka anak-anak ini hanya cengar-cengir dan nyeletuk saja. Ini lah gambaran ke rasa kejuangan bangsa ini. Merdeka!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s