Beranda » Kategori » Parsorion » Saya, Noordin dan pernikahan ala orang batak

Saya, Noordin dan pernikahan ala orang batak

Seperti biasa, ketika time out/break pertandingan bulutangkis, selalu banyak hal-hal ringan yang menjadi topik pembahasan. Tak terkecuali, sore menjelang malam itu, disela-sela tegukan pocari sweat dingin itu, teman-teman sudah membentuk lingkaran. Kadang membahas permainan yang beberapa menit selesai atau ada hal ringan lainya. Entah bagaimana awalnya, seorang temen yang baru bergabung sore itu menceritakan kisah tentangga satu perumahan denganya.

“Kemaren siang, tempat kami di kepung detasement 88, anti teror. Ada beritanya di tipi ” ujarnya memulai ceritanya. tempat kami, maksudnya perumahan dimana mereka tinggal. Beberapa hari yang lalu memang digebrek polisi. Dan mengamankan satu keluarga. Seorang ibu yang diduga kuat adalah istri dari gembong teroris yang paling dicari di republik ini.

Tulisan ini bukan mau membicarakan istri orang, atau teroris. Tak lebih hanyalah mencoba menyimpulkan obrolal ringan ini dengan beberapa point penting.

Entah istri yang keberapa dan bagaimana proses sehingga Noordin M Top bisa punya seorang istriu yang tinggal satu perumahan si lae teman kami ini.  “Emang berapa sih istrinya??” kata seorang teman sembari mengeringkan keringatnya dengan handuknya.

“Yah banyaklah…”
“Kok bisa ya, perempuan mau dinikahinya??”

“Namanya juga halak ion” kata amanJamordong.

“Menikah bagi mereka kan sangat gampang dan murah. Tinggal bawa duit dikit lalu ajak seorang teman, jadilah pernikahan, ada yang namanya nikah siri, nikah risih dan nikah rese. Apalagi kalo denger di tipi si noordin ini pintar ngomong dan hapal luar dalam isi kitab suci, itu kata tipi” lanjut amanJamordong seraya terkekeh dan ditimpali gelak yang lain.

Benar. Kita bandingkan dengan proses pernikahanya orang batak. Ribet, panjang dan lama. Tak seorang pun dalam orang batak yang mendapat pengecualian, bisa melamar hingga diberkati hanya dengan seorang diri. Apalagi  keluarga si pria belum kenal betul dengan keluarga si perempuan.

“Kalau kalian dah serius, biarlah orang tuanya datang kesini untuk slaing berkenalan” ujar amanRosinta kepada borunya, ketika tahu si Rosinta sudah akrab dan lama berpacaran dengan si Pantun, sementara keluarga si Pantun, belum sekalipun pernah bertandang ke rumah si Rosinta.

Dari awal keseriusan hubungan maka dua keluarga sudah saling mengenal, dan saling tau latar belakang keluarga masing-masing. Demikian juga ketika si Pantun pertama sekali datang berkunjung bertandang ke rumah si Rosinta. Maka, malam itu, amanRosinta sengaja duduk diteras rumah sembari minum kopy.

“Jadi marga apalah kau bere…” ujarnya kepada Pantun tanpa meoleh sedikit pun seraya membalikkan halaman koran TOP Score yang dipegangnya dan sedikit mengerutkan keningnya. Mungkin melihat angka transfer Ronaldo dari MU ke real Madrid yang lebih besar daripada PAD Kabupaten Humbang Hasundutan. Atau mungkin kalau semua HAMINJON di Doloksanggul dijual, maka harganya masih jauh dari nilai itu.

“Lumban Gaol aku tulang”
“O..Lumban Gaol, dari Dolok sanggul, Lumban Gaol apalah kau bere….” rupanya amanSinta sedikit tau dengan marga tersebut, masih terbayang soal harga haminjon tadi.
“Tunggal Nabolon Tulang, apa tulang tau marga kami?”
” Iya..iya…ada sintua kami marga Lumban Gaol, kenal kau itu? yang tinggal di Cempaka Putih?”
“Nggak kenal Tulang, baru dua tahun aku merantau disini, tapi ada udaku di departemen tenaga kerja”
“O…si Horas maksudmu?? kenal aku itu bere, marlaenya kami itu, dia itu adalah anak dari namboru nya inangtuanya nantulangmu, minum..minum dulu kau bere,…maccam mananya paribanmu ini, nggak disuruh minum dari tadiu…” kata amanRosinta, Akrab.

Artinya adalah sejak seseorang datang ke rumah kita, dekat dengan orang disekitar kita, iboto kita, bere kita , boru kita, maka tau siapa yang datang tersebut. Bukan bermaksud menyelidiki atau mencurigai, tapi umunya orang batak selalu menanyakan tarombo, partuturon dan beberapa tokoh dari marga si tamu itu. Tujuannya adalah untuk mencari satu persamaan dan menjadikan suasana menjadi akrab, terlebih menjadi saling mengenal. Sedikit banyak, orang-orang yang kita tanyakan pada tamu kita bisa menjadi referensi nantinya, apakah tamu ini orang  baik-baik atau bukan.

Adalah berbanding terbalik dengan tetangga si lae, teman saya yang kuceritakan diatas. Seorang pria misterius sekalipun bisa menikah dan menjadi keluarga besar kita. Tanpa tau latarbelakang keluarga, asal dan siapa keluarganya. Lalu punya anak dan hidup berumahtangga tanpa tau siapa besannya sebenarnya.

Apa tatanan kehidupan orang batak yang unik ini merupakan nilai plus tersendiri??. Kuharap ia. Mungkin dimuka bumi ini hanya orang batak yang tau persis darimana asal keluarnyanya hingga ke sepuluh generasi sebelumnya. Maksudnya  tau nama leluhurnya hingga detail. Tak heran  ada istilah orang medan bilang begini ” sempit kali dunia ini kurasa, bah”. Yap. Mungkin sesorang yang tak kita sangka-sangka seorang teman masih bisa menjadi saudara dekat hanya karena ikatan marga dan tarombo.

Saya nggak habis pikir, kok bisa ya proses pernikahan seseorang bisa terjadi hanya dengan dilamar oleh si pengantin pria. Apa tak ada rasa penasaran, rasa ingin berkenalan dengan calon keluarga besan sebelum pernikahan dilangsungkan?.

“Tau nggak lae, kemaren temanku dapat bonus dari kantor, puluhan juta sih, lalu teman itu bilang dah bisa buat modal kawin tiga kali lagi”  kata lae Holong sembari geleng-geleng kepala dan siap-siap mau tanding lagi.

“Cok kau bayangkan dulu lae, para teroris itu nggak bakal bersembunyi di gerombolan batak kayak kita, pasti cepat ketauan, langsung ditanya marga apa, gitu dijawab satu ditanya yang lain nomor berapa, lalu ditanya yang lain lagi kampungnya dimana, siapa pamilinya, kayak yang kau ceritakan tadi” kata Ronggur padaku.

Bagaimana mungkin, seorang Noordin bisa menikah berkali-kali dengan beberapa wanita, dan membentuk rumah tangga. Apa orang tua perempuan ini tidak menanyakan siapa dan apa latar belakang keluarga mantunya?. Atau, hanya dengan memberikan mas kawin, bisa dengan gampangnya melangsungkan pernikahan?.

Ah, seandainya keunikan orang batak ini di miliki orang lain, mungkin para teroris itu nggak bakalan  bisa bersembunyi. Belum lagi ada yang namanya parsahutaon. Begitu ada orang baru di lingkunagn itu, langsung didatangin, didaftarin menjadi anggota parsahutaon, atau STM.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s