Beranda » Kategori » Parsorion » Maradona vs Bidet

Maradona vs Bidet

Saya pembaca setia harian TOP SKOR. Saban hari, saya selalu baca harian olah raga ini. Beli di pintu keluar Tol Cibitung MM / Kawasan Industri MM2100. Kalau rekan-rekan ada yang tour ke kawasan ini atau sekedar lewat di pagi hari, coba mampir dan  berkenalan dengan loper koran yang nongkrong persis di kantor Jasa Marga dekat pintu tol. Laeku, Panjaitan–seingatku sudah lebih 3 tahun dia nongkrong disitu– akan menyapa anda dengan ramah. Saya adalah pelanggan setianya. Bila koran Top Skor kemarin saya kembalikan, maka dengan uang Rp. 1000 saya sudah bisa dapatkan yang baru.

Dua hari ini saya agak terusik di salah satu rubiknya. Tentang ulasan negara peserta perhelatan sepak bola terbesar di jagat raya ini, Piala Dunia. Sudah dua hari berturut-turut,  harian ini membahas persiapan Argentina dalam mengahadapi putarsan final Pialan Dunia bulan depan. Argentina dengan segudang pemain berbakat, dan tentu saja dengan pelatih kenamaan namun banyak kontroversial,–setidaknya menurut saya.

Saya bukan mau membahas sepak bolanya Argentina–termasuk pemain-pemain hebatnya– melainkan keterusikan saya pada satu judul beritanya. Maradona membahas toilet. Ya, Maradona mempermasalahkan  Bidet/Toilet yang akan dipakainya, juga para pemain Argentina di Afrika Selatan nantinya.

Saya pikir Top Skor membahas permintaan Maradona ini hanya iseng atau berita ringan saja. Tapi setelah terbitan hari berikutnya, masalah ini di ulas lagi, maka saya mulai berpikir kalau wartawan Top Skor merasa pertlu dan penting untuk memblow-up berita ini. Padahal, menurutku tak ada yang spesial dengan permintaan itu. Menurut harian ini, bidet yang di permasalahkan adalah bidet keluaran terbaru seharga 4,5jt rupiah. Bidet yang dilengkapi nozzle pembersih, penyiram, dengan air hangat-hangat kuku, hangat-hangat taik ayam, panas, bahkan dingin.

Saya senyum sendiri. Apa bidet ini menjadi berita lebih berharga bagi waratawan Top Skor dibanding membahas gaya permainan atau ulasan secara detail para pemain bintangnya?. Tak ada yang spesial dengan bidet ini.

Beberapa bulan lalu, ketika saya berkunjung ke Korea Selatan, bidet semacam ini sudah umum digunakan, di kantor, di hotel bahkan di tempat umum alias WC umum. Artinya, ini bukan barang mewah. Biasa aja kali…Atau mungkin, barang ini menjadi barang langka dan spesial bagi Top Skor karena belum pernah lihat?.

Point pertama. Bila Maradona benar-benar penasaran dengan bidet ini, maka saya lebih unggul dari Maradona. Karena bagi saya tak ada spesialnya bidet ini. Sudah sering pakai. Namanya juga tempat pembuangan limbah sama saja. Point kedua. Wartawan TOP Skor merasa penasaran dan takjub akan bidet ini. Maklum, mungkin di Indonesia masih jarang yang menggunakan ini. Saya jadi teringat ucapan teman saya. Katanya, dikampungnya, tak bermodal pun membuang limbah domestik ini. Cukup jongkok, otomatis bersih. Bila mau capek, gunakan tongkat atau daun!.

Semoga permainan Argentina tak terpengaruh oleh permasalahan  bidet ini. Jangan sampai menunda urusan -paling penting dan mendesak, perintah tak terbantahkan– ini. Tak terbayangkan, ketika Messi mau mencetak gol, perutnya mules. Apa kata dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s