Doa yang Mendendam

Saya teringat  doa seorang ibu di persekutuan doa,–partangiangan weik– gereja kami. Doa syafaat yang di haturkan kepada Sang Khalik, tentunya dengan perantaraan Putranya, Yesus Kristus. Hati saya tergelitik mendengar doa ini. Entah, saya yang kritis dan tidak suka atau memang demikianlah standar orang-orang Kristen kalau berdoa. Sebab, tak hanya pada saat itu saya mendengar untaian doa seperti ini ku dengar. Bahkan, di dalam kebaktian sebuah gereja pernah mendengar doa yang serupa.

Saya menyimak kata demi kata dari doa yang di panjatkan dengan khusyuk,–menurut kata hati saya, itu sudah khusyuk. Salah satu dari topik doanya adalah mendoakan kesembuhan seorang penetua gereja–Penetua HKBP Pnk Timur–, yang di lukai orang tak dikenal.

“….kami tak dapat membalaskan apa yang telah mereka lakukan pada saudara kami, kiranya hanya dari padaMu lah mereka mendapatkan balasan yang setimpal dari perbuatan mereka….”

Kalimat yang tidak ku mengerti hingga saat ini–saat tulisan ini ku posting–. Menurut ku, ada dua macam balasan yang akan diterima si pelaku bila Tuhan benar-benar mengabulkan doa ini. Balasan baik dan balasan tidak baik. Jika ternyata kebaikanlah yang diperoleh si pelaku penusukan, maka alangkah anehnya Tuhan itu. Tak bisa ku nalar dengan akal sehatku. Serius!.

Jika hal yang buruk di terima pelaku sebagai upah dari perbuatannya, saya juga tak bisa menalar hal ini. Kalaupun si pelaku suatu hari nanti dapat sesuatu yang buruk dalam kehidupanya, saya yakin, itu bukan buah dari doa si Ibu tadi.

Sedikit melenceng dari topik, kita sering mengikutkan Tuhan supaya dia membalaskan dendam kita. “Kau akan dapat balasanya dari Tuhan”, itu kalimat yang sering kita ucapkan.

Hal yang mengherankani, orang Kristen berdoa supaya Tuhan membalaskan atau melakukan sesuatu yang dirinya tidak sanggup. Emang Tuhan itu pembantu?, bodyguard, centeng atau apa ya?. Bukankah doa semacam itu menandakan ada dendam di hati si pendoa?.

Dalam hati, aku juga berdoa, Tuhan, jangan dengarkan doa kami ini. Tapi, jadilah kehendakMu di bumi ciptaanmu ini.

Satu pemikiran pada “Doa yang Mendendam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s