Pekerja Tambang yang Terjebak di Perut Bumi – CHILI, Berdebat siapa yang duluan keluar,…ada-ada saja

pr

 

REPUBLIKA.CO.ID, SAN JOSE–Para teknisi penyelamat Chile pada Senin  mengkokohkan  lubang untuk mengeluarkan 33 penambang yang terjebak selama lebih dari dua bulan di  pertambangan. Sementara itu di dalam perut bumi, para penambang itu sedang berdebat mengenai siapa yang harus diangkat pertama kali.

“Saya ingin mengilustrasikan apa yang mereka perbincangkan seharian ini atas pembicaraan dengan kami pada Minggu,” ujar Menteri Kesehatan Chile, Jaime Manalich, saat konferensi pers kepada AAP, Senin, di dekat pertambangan San Jose.

“Saya bertanya pada mereka dan mengatakan kami akan berusaha  sesuai prosedur  untuk mengangkat mereka keluar. Saya katakan prosedur itu berdasarkan pertimbangkan teknis,” tambah Manalich.

“Kemudian apa jawaban mereka? “Pak Menteri, hal itu amat baik, namun saya mohon agar menjadi yang terakhir diangkat”. Lalu seorang lainnya mengatakan, Tidak kawan, saya rasa saya lah yang akan terakhir ke atas. “Tidak, bukan, sungguh ? saya lah yang akan naik terakhir”, ujar seorang penambang lain.”

“Mereka ingin kawannya mendapatkan kesempatan bebas dan menghirup udara segar terlebih dahulu. Mereka amat memiliki semangat yang terpuji tentang solidaritas dan komitmen bagi sahabat mereka,” ujar Manalich menegaskan.

Mengenai kesehatan para penambang, Manalich menjelaskan kondisi mereka dalam keadaan baik, dan “bugar”. “Penambang di bawah sana memiliki kesehatan yang baik seperti pada awal hari kecelakaan itu.”

“Dengan pertimbangan bahwa mereka adalah orang dewasa yang sangat mandiri, yang telah mampu menghadapi cobaan yang mungkin saja tidak ada orang yang pernah melakukannya dalam sejarah manusia,” ujar Manalich.

Para penambang akan mulai mengonsumsi makanan cair khusus pada 12 jam ke depan saat operasi penyelamatan yang dimulai pada Rabu. Tujuannya adalah untuk mencegah mual dan muntah selama pengangkatan mereka dari dalam tambang yang juga tetap menjaga asupan kalori mereka.

Para penyelamat sementara ini sedang memperkuat selongsong lubang yang akan digunakan untuk membebaskan para penambang.

Pada Sabtu, teknisi penyelamat mengatakan mereka telah mengebor lubang sedalam 622 meter menuju penampungan darurat yang digunakan sebagai tempat bertahan hidup bagi para penambang sejak runtuhnya tambang emas dan tembaga pada lima Agustus di utara Chile.

Menteri Pertambangan Chile, Laurence Golborne, mengatakan bahwa para penambang dapat mulai diangkat satu persatu pada Rabu. Selain itu, sejumlah tambahan waktu selama 48 jam dibutuhkan untuk merakit kandang logam serta sistem katrol yang rumit untuk menurunkannya dan menaikkan para penambang tersebut.

Kelompok pertama yang akan ditarik keluar merupakan beberapa penambang yang sehat, diikuti dengan kelompok yang diperkirakan paling lemah karena masalah kesehatan yang parah seperti tekanan darah tinggi atau penyakit paru-paru, dan yang terakhir merupakan penambang yang terkuat, ujar para pejabat.

Jika jadwalnya tetap, para penambang dapat berharap mengakhiri penderitaan mereka yang hampir selama dua setengah bulan pada Jumat.

Mereka telah terjebak di bawah gurun setelah runtuhnya beberapa bagian yang menghalangi jalan keluar tambang, dan telah bertahan hidup dengan lama, lebih dari siapapun yang pernah mengalami kejadian yang sama.

Selama beberapa pekan, para penambang itu diduga telah tewas. Namun pada 22 Agustus mereka mengirim pesan melalui mata bor yang telah melubangi ke dalam ruangan tempat mereka berlindung, yang memberitahu bahwa mereka semua masih hidup dengan selamat dan menantikan pertolongan.

Sejumlah ratusan jurnalis dan fotografer dari penjuru dunia telah berkumpul di tambang itu, mengharapkan dapat mengabadikan gambar pertama para penambang di permukaan.

 

Sebulan Sudah 33 Penambang Chile itu Terkurung Hidup-hidup

 

REPUBLIKA.CO.ID, CHILE–Para teknisi Chile memulai penggalian untuk menolong para penambang yang terjebak di sebuah pertambangan. Hampir sebulan lamanya, sebanyak 33 penambang terjebak sedalam 700 meter di dalam tanah.

“Tolong keluarkan kami dari sini!”, jerit salah seorang dari 33 penambang emas yang terjebak di bawah tanah sebuah pertambangan di utara Chile, terekam dalam video yang berhasil mereka kirimkan. Rekaman video dilakukan dengan mengirim kamera video lewat sebuah  lubang sempit yang dibor agar para penambang tetap bisa bertahan hidup.

Para penambang emas itu terperangkap sedalam 700 meter di bawah Gurun Atacama sejak tanggal 5 Agustus lalu, ketika terowongan yang mereka gali ambruk.  Dan kini mereka harus bertahan dengan temperatur di atas 30 derajad celsius.

Usaha untuk memulai penggalian ditujukan untuk mengeluarkan para penambang ini dimulai Senin, setelah terjadi penundaan teknis. Kedatangan seorang pakar penggalian dan mesin pengebor canggih dari Jerman memungkinkan usaha penggalian ini. “Kita semua bersama-sama dan berusaha untuk mencapai posisi dimana para penambang itu berada,” kata  Andre Sougaret, seorang insinyur yang terlibat dalam penggalian ini.

Di luar lokasi kejadian, ratusan kerabat penambang yang terjebak menaruh harap. Tak peduli dengan iklim gurun yang ekstrim, mereka berkemah berminggu-minggu di kamp yang dinamai Esperanza, sebuah kata dari bahasa Spanyol, yang memiliki arti “harapan”.

Pada hari Minggu lalu, mereka berhasil mengadakan kontak lewat telepon dengan orang-orang yang mereka cintai. Seorang perempuan, istri salah seorang penambang  berharap suaminya tetap semangat dan kuat, agar dapat bertahan. Dia tampak mengenakan topi wol dan berbalut jaket tebal, mengantisipasi dinginnya cuaca musim dingn yang menusuk tulang.

Dengan dimulainya penggalian, para penambang diharap dapat terus bertahan dalam kegelapan dan panasnya temperatur di bawah tanah.  Bila operasi penggalian berjalan lancar, diharapkan pada bulan Desember ini mereka dapat dikeluarkan dari lubang.

Menteri Kesehatan Chile Jaime Manalich mengungkapkan para penambang  mencari posisi yang lebih tinggi di saluran terowongan itu, sebab keadaan di posisi mereka kini terlalu berkabut asap.

Setiap harinya, pengebor Strata 950 diperkirakan dapat menggali antara 8 hingga 15 meter lebih dalam, membuat lubang selebar hingga 40 cm dan pada tahap kedua,  mencapai 70 cm diamater. Dengan menggunakan dua mesin pengebor, diharapkan pada hari ke 120 akan mencapai posisi para penambang naas itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s