RAGAM NAMASA

Aku bangga jadi Orang Batak

oleh: Pujiastuti Silaban

Liburan sekolah merupakan waktu yang sangat menyenangkan bagiku dan adik-adikku karena kami pasti mudik ke Lintong, kampung leluhurku. Seminggu sebelum liburan aku dan adik-adikku sudah sibuk mempersiapkan barang masing-masing, setiap hari pasti nanyain papa, “Papa jadikan pulang ke kampung?”. Tak sabar menunggu liburan tiba, apalagi liburan puasa lamanya 1 bulan penuh, sangat menyenangkan liburan di kampung kakekku walaupun tempatnya sangat dingin dan masih jauh dari kemajuan, rasanya sayang sekali jika melewatkan liburan tanpa mudik.

 

 

Hari yang di tunggu pun tiba, biasanya papaku akan ambil cuti 2 hari untuk mengantar kami ke kampung, sepanjang malam tak bisa tidur tak sabar menunggu pagi tiba. pagi sudah merekah waktunya mandi dan kemas-kemas, tak lupa mengecek barang-barang dan ole-ole untuk saudaraku di kampung. Perjalanan dari siantar ke lintong kurang lebih 5 jam, sepanjang jalan kami selalu bercerita tentang danau toba, sawah, hutan, dan masih banyak lagi

Akhirnya setelah sore tiba juga di kampung, biasanya orang-orang di kampung langsung datang ke rumah oppungku, mau orang tua mau anak-anak pasti datang untuk melihat kami, mereka bilang “Nga ro akka si Bulanda”.

Dulu kami merasa asing di antara teman-teman di kampung, kami beda sendiri, memiliki kulit yang putih agak kemerahan juga rambut ikal pirang, mereka sering mengejek kami si bulanda, belum lagi bahasa batak yang dulu kami tak tahu membuat kami tidak bisa berkomunikasi, kami tak tahu bahasa batak mereka juga tak bisa bahasa indonesia, kita bermain bersama tapi dengan bahasa yang berbeda yang tak jarang berakhir dengan pertengkaran.

Setelah beberapa hari di kampung kita pasti ikut keladang, ke sawah, ke hutan mencari kayu bakar, menyenangkan bertualang ala bolang, di kampung dingin sekali jadi kami jarang mandi dulu paling hanya cuci kaki, cuci muka lalu ganti baju, kami masih mending setiap hari ganti baju kalau anak -anak yang lain paling cepat 3 hari sekali atau bahkan seminggu tak ganti baju.

Satu hal yang membuatku ingin tahu lebih banyak apa itu batak? suatu kali ada orang tua tanya saya kamu boru apa? aku jawab silaban, dia tanya lagi silaban apa? si tio jawabku, terus dia tanya lagi nomor berapa kau? ya aku jawab saja nomor 1 karena memang aku anak pertama di keluargaku, lantas orang itu bilang bodoh kok tidak tahu nomor berapa, aku pun nangis, rasanya aku sudah jawab benar tapi kenapa di bilang bodoh pikirku. aku tak sabar menunggu malam karena menjelang tidur baru kami akan cerita- cerita sama oppungku, aku ceritakan yang tadi orang bilang sama aku, lalu oppungku pun menjelaskan kalau yang di tanya orang tadi itu nomor dari marga, aku pun tanya oppungku jadi aku nomor berapa??

Biasanya oppungku akan menjelaskannya di papan tulis jadi seperti ngajar anak sekolah itu.

Oppungku bilang inilah tutur margaku silaban.

BORSAK JUNJUNGAN- DATU BIRA- SAKKAR TOBA – TUAN SAMPULU – AMA RAJA NAINGGAL – TUANG NA MONANG – LAKSI NAMORA- OP.RAJA PARHANDANG – OP RJ NATOTAR – PARSIAR – OP. BATU TANDUK – PARHANDANG – APPARJAHARA – OP. SIHAMINJON – RAJA PARO – THEOFILUS – SAHAT – BONA VIKTOR – PUJIASTUTI. Jadi aku generasi ke 18 dari borsak junjungan.

Satu hal yang membuatku bangga menjadi orang batak jika bertemu sesama orang batak mereka tanya tutur saya dan mereka mengenal nenek moyang saya mereka bilang oppungmu dulu terkenal baik dan hebat, mereka mudah mengenali kelurga saya karena memang kita punya cirikhas tersendiri yaitu kulit putih kemerahan dan rambut keriting yang pirang, aku sangat bangga jika orang-orang di humbang hasundutan itu menceritakan oppung saya Raja Paro itu orang terbaik di jamannya, bukan hanya dari kekayaan tapi kasihnya terhadap orang-orang di sekitarnya.

Dia orang yang sangat peduli terhadap sesamanya manusia tak peduli itu marga silaban atau marga apapun dia pasti tolong, banyak orang yang di tolongnya di jaman dulu kini berterimakasih pada keluarga saya, kami tidak pernah mengenal orang2 yang pernah di tolong oppungku itu tapi mereka ingat kampung kami dan mereka  menjadi sahabat-sahabat keluarga kami sekarang.

Papaku juga selalu jelaskan tutur yang lain, tulang, tulang rorobot,tulang bona ni ari dan masih banyak tutur yang lain dan aku pun selalu berusaha mengingat tutur itu siapa tahu suatu waktu ketemu dengan mereka atau keturunan mereka, aku banyak menuai kebaikan dari tutur itu, sewaktu aku sekolah aku kost jauh dari rumah

Saat waktunya prakerin aku pun harus kost lagi di kota yang lain, di kota ini aku menemukan keluarga yang baru, dia tanya aku boru apa, mamaku boru apa lalu aku tanya dia marga apa dia bilang marga Pakpahan hatiku senang sekali oppungku dari ibuku boru Pakpahan dari pangaribuan.  Aku ceritakan keluarga oppungku disana amang itu menjawab Ba hami doi jadi tulangmu do au katanya. Aku pun jadi tinggal di rumahnya semuanya gratis. bahkan disaat prakerin usai aku pulang tulangku itu malah menitip beras 1 karung untuk mamaku, aku tak mengenalnya sebelumnya tapi karena tutur tadi aku menemukan keluargaku dari pihak ibuku

Dan masih banyak tutur yang lain yang selalu membuatku mendapatkan kebaikan, Ibuku sianturi dia punya padan tutur tulang sama marga manurung hal ini juga membuatku senang karena manurung selalu sayang sama keluargaku. Papaku juga bilang kalau kami punya padan dengan marga Hutabarat, itu tak boleh di nikahi karena itu abang adik begitu nasehat papaku, Hutabarat juga sangat baik padaku mereka menganggapku seperti anak sendiri, dan tutur yang lain membuatku bahagia.tarombo si raja batak juga selalu diceritakn papaku, si raja lontung dan rj isumbaon, aku sangat senang mendengar tarombo marga itu, di tambah cerita2 batak masa lalu.

Aku bangga menjadi orang batak mempunyai budaya yang tinggi, sungguh hebat nenek moyang kita dulu membuat peradabannya. ikatan marga-marga itu begitu kuat mengikat kita sebagai saudara.

Sangat di sayangkan  jika ada orang batak yang malu mengaku orang batak, sungguh rugi tau..

1 thought on “Aku bangga jadi Orang Batak”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s