Beranda » Kategori » Parsorion » Jangan Menggambar Ruko!

Jangan Menggambar Ruko!

Salah satu perlombaan yang digelar dalam rangka Parheheon Sekolah Minggu Se-Ressort, HKBP Ress Cikarang adalah menggambar bangunan gereja. Perlombaan ini diikuti oleh anak-anak kelas 3 – kelas 6 SD dari semua gereja pagaran, yaitu HKBP Citra Indah Jonggol, HKBP Pos Parmingguon Cikarang Kota dan HKBP Pos Parmingguon Kota Delta Mas. Sebagai gambaran, dari empat gereja yang masuk kedalam HKBP Ressort Cikarang, hanya HKBP Citra Indah Jonggol lah yang sudah memiliki bangunan gereja, itupun masih berbagi tempat dan waktu dengan gereja lain. Tiga diantaranya adalah penghuni tetap di ruko yang ada di Cikarang. Resort Cikarang sendiri sudah berdiri sejak tiga belas tahun lalu. Dan HKBP Lippos Cikarang sebagai huria sabungan beralamat di Ruko UNION Blok D. Posisinya berada di tengah-tengah huria pagarannya. Sangat gampang mencari gereja terbesar di Cikarang ini, hanya dengan menanyakan dimana RS. Hosana atau dimana banyak diskotik orang korea.😉😉🙂

Jangan menggambar Ruko!.

Sekilas terdengar lucu dan menggelitik ketika mendengar arahan dari Guru Sekolah Minggu ketika lomba sedang berlangsung. Kenapa harus menggambar ruko?. Apa hubunganya dengan lomba anak Sekolah Minggu?.  Guru Sekolah Minggu yang menjadi panitia perlombaan ini, mencoba mengingatkan agar ASM tidak menggambar bangunan tempat mereka diajar selama ini. Kenapa tidak boleh menggambar ruko?.

Pertama, saya kurang setuju dengan larangan itu. Alasanya, biarlah anak-anak itu mengembangkan imajinasinya, sesuai dengan pengalaman dan pengamatanya sendiri. Supaya mereka tahu bahwa gereja tidak hanya digambarkan dalam bentuk bangunan indah dengan menara lengkap dengan salib besarnya. Bergereja juga boleh di ruko,–kalau memang terpaksa–, yang penting mereka mendapat pengajaran yang baik dari Guru-Guru Sekolah Minggu.

Alasan kedua, melatih anak lebih kritis pada keadaan di negara ini, dimana lebih susah membangun sebuah rumah ibadah daripada membangun sebuah diskotik. Seandainya ada seorang anak menggambar sebuah ruko kecil lengkap dengan Diskotik dan Bar yang bersebelahan, para pembaca akan merasa emosi yang kuat dan semakin bertekun dalam keyakinannya. Anak-anak cukup antusias menyelesaikan lomba.

Kedua, saya setuju.

HKBP Lippo Cikarang, kini, sedang berusaha sekuat tenaga mengatasi permasalahan sempitnya ruang ibadah. Satu-satunya cara, dengan mendirikan gedung gereja sendiri. Sebab dengan kondisi sekarang, mustahil dua buah ruko yang digabung menjadi satu,  muat menampung sekitar 900KK jemaat. Belum lagi pada pokok utama tulisan ini, ruangan untuk anak sekolah minggu. Dimana selama ini anak-anak penerus generasi ini hanya menempati lantai 3 ruko ini. Tiga ratusan anak digabung dalam satu ruangan.

Sebanarnya ada solusi lain, dengan membuat pos parmingguon khusus Anak Sekolah minggu di beberapa perumahan di Cikarang. Jemaat dengan suka rela memberikan rumahnya menjadi tempat belajar Anak Sekolah Minggu. Sebut saja di Perumahan Mutiara dan KSB yang letaknya cukup jauh dari HKBP Lippo Cikarang. Tetapi tetap saja ruangan sekolah minggu di HKBP Lippo Cikarang tidak mencukupi.

Jadi, siapa tahu dari gambar anak sekolah minggu ini terbesit ide untuk mewujudkanya kelak jika lahan sudah ada.

Kadang, saya melihat ada kemustahilan pengajan ASM dengan baik seperti yang telah diprogramkan gereja HKBP bila kondisi ruangan seperti itu. Ketika sedang berbagi kelas, antara sekolah minggu besar dan sekilah minggu kecil –pra TK– pun terlihat kekacauan. Ruangan sepit itu dibagi sedemikian rupa oleh guru-guru Sekolah Minggu. Beruntung, guru-guru Seolah Minggu ini sudah terlatih, dan hingga kini masih mengikuti program pengembangan anak sekolah minggu.

Sangat besar asa HKBP Lippo Cikarang, akan sebuah gedung peribadahan yang permanen. Bagaimanapun, ruko yang sekarang  ditempati sangat tidak mungkin untuk disulap menjadi sebuah gereja, mengingat ketatnya peraturan di Perumahan LIppo Cikarang ini. Kini, panitia pengadaan lahan gereja sudah dibentuk. Tugasnya adalah mencari dana untuk membeli sebidang lahan untuk banguan gereja di Perumahan Lippo Cikarang. Kenapa harus di Lippo Cikarang yang harganya relatif mahal?.

2 thoughts on “Jangan Menggambar Ruko!

  1. gereja bukanlah gedungnya, atau tempatnya… gereja adalah orangnya, jemaat yang bersekutu menjadi garam dan terang… so.. tidak masalah anak-anak itu mau menggambar ruko atau gereja menara… asalkan punya pemahaman yang benar

    harapan saya mudah2an gereja ybs bisa mendapatkan tempat yang lebih permanen dan lebih luas untuk menampung jemaat yang mau beribadah.
    amen.:mrgreen:

    • harapanya memang demikian mas,
      hanya dengan doa dan kuasa tuhan semuanya menjadi kenyataan….

      bukan begitu?,

      mohon dukunganya ya, kita sekarang lagi bergumul, mengumpulkan dana untuk pengadaan lahan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s