Beranda » Kategori » ADAT » Membeli Marga Tidak Ada Dalam Adat Batak

Membeli Marga Tidak Ada Dalam Adat Batak

Sekarang ini sangat lumrah kita lihat menyematkan marga pada seseorang pada yang bukan batak. Ada yang beralasan, itu adalah sebuah bentuk penghargaan. Tapi aku lebih melihatnya dari aspek lain. Kalau bukan pejabat negara, petinggi partai, konglomerat, perwira militer, pejabat dari negara lain, pasti dia seorang yang spesial. Ada sesuatu yang akan diperoleh dari pemargaan tersebut. Mungkin dukungan suara, atau hal lainya. Sungguh mengherankan. Megawati Sukarno Putri sebenarnya marga apasih?. Puak-puak batak berlomba memargakan mantan presiden itu.

Tulisan singkat ini adalah tentang memargakan seseorang yang hendak menikahi perempuan batak.

Saya tergeitik membaca sebuah komentar di blogku, dimana seseorang yang bukan batak, menanyakan bagiamana proses pembelian marga di masyarakat batak. Hal itu dia tanyakan ketika ia dihadapkan pada satu rencana besar, yaitu hendak menikahi seorang boru ni rajai, boru batak. Aku tertegun. Istilah membeli marga itulah membuatku tersenyum kecut.

Entah aku harus menjawabnya bagaimana supaya dia mengerti dengan gamblang. Aku bukanlah seorang yang ahli dalam persoalan adat istiadat batak ini. Namun aku menyadari bahwa bila pertanyaan tersebut tidak ku jawab maka sia-sialah saya sebagai generasi batak tidak berusaha memberikanya pemahaman mendasar. Meluruskan pengetahuanya tentang batak dan membuang pemikirannya yang salah, khusus soal marga batak.

Lagi, adalah lumrah sekarang ini kita sering mendengar  istilah manuhor marga. Siapa atau dari daerah yang pertama sekali menyebutnya demikian saya tidak tahu. Seolah marga itu adalah barang, yang bisa diperjualbelikan. Mungkin sama pemahamannya, manggadis boru dengan manggadis marga, sesuatu yang bisa ditakar dengan uang. Dan Tuhor ni Boru adalah satu sebutan yang tidak pantas tetapi semakin sering disebut, seolah menjadi kebenaran. Seorang perempuan itu juga sesuatu yang diperjualbelikan oleh orang tuanya?.

Sering ku dengar orang mengatakan “ah, dang halak batak asli i, nadituhor do margana i—dia bukan batak asli, marganya dibeli”. Bahkan yang lebih parah “Ai boru sigadison/situhoron do,– perempuan itu dijual/dibeli”, sadis memang.

Oke, kita mencoba memperkecil permasalahan “manuhor marga” seperti yang ditanyakan di blogku ( www.latteung.wordpress.com).

Pada intinya, hanya yang punya marga bataklah yang bisa melaksanakan pernikahan adat batak. Jika sebuah ikatan pernikahan akan disahkan secara adat batak, maka kedua mempelai harus menjadi orang batak. Mempunyai marga, tentunya. Dan marga-marga inilah yang menentukan siapa Dongan Tubu, Hula-hula, Boru dan Tulang.

Permasalahanya kita persempit lagi menjadi bagaimana cara membatakkan seseorang. Aku akan menulisakan menurut pemahamanku. Dan, sekali lagi, bukan proses yang akan ku jelaskan, tapi dasarnya saja.

Pernikahan secara adat batak adalah pernikahan yang berlandaskan holong, bukan materi, bukan kehendak, terpaksa, semaunya, suka-suka. Akan tetapi, pun dikatakan holong, kasih, permasalahan tidak sesimpel holong/kasih dalam pengertian Kekristenan. Hematku itu berbeda.

Holong dalam adat batak ada aturanya. Tak bisa sembarang memargakan seseorang walaupun berlandaskan holong/kasih tadi. Contoh konkritnya adalah tak bisa memargakan seseorang dengan menyematkan marga dari orang lain yang kebetulan karena si calon-batak itu suka, mungkin karena sering didengar di tipi dll.

Aturan yang ku maksud adalah sesuatu yang harus dipahami dengan benar, yaitu dan prinsip kekerabatan dalam satu keluarga. Calon marga dari seorang lelaki yang hendak dibatakkan adalah marga dari Amangboru si calon perempuan. Dan calon marga dari seorang perempuan adalah marga dari tulang si calon pengantin laki-laki.

Sangat mengherankan, kenapa istilah membeli marga ini muncul. Setahuku, proses pemargaan seseorang itu tidak menyebut nominal uang. Kalau hanya karena mengeluarkan uang sedikit untuk makan bersama ketika seseorang menggelar acara pemberian marga saya pikir tidak tepat istilah manuhor marga ini.

Anggap saja kehadiran seseorang yang bukan batak itu kedalam satu keluarga batak adalah seperti kelahiran seorang bayi. Adalah hal biasa yang seharusnya demikian, bayi yang lahir di hesek-heseki, lalu diadakan pesta kecil menyematkan nama, dan banyak lagi prosesi adat batak yang harus dilalui mulai dari bayi masih dalam kandungan hingga ketika dia menjadi dewasa.

Prinsip dasaranya sama, hanya bedanya semua prosesi adat untuk seorang jabang bayi hingga pengambilan nama, tidak ada.

Pemberian marga untuk laki-laki memang sedikit lebih rumit, karena adanya garis tarombo yang akan dikoreksi, lalu diumumkan kepada khalayak, khususnya kepada tulang. Pihak tulang melihat berenya yang baru “lahir” itu. Hak dan kewajibanya sebagai tulang akan dia jalankan. Saya tidak melihat ada proses penyerahan uang kepada sekelompok marga ketika proses pem-batak-an itu berlangsung.

Proses pemargaan itu berlangsung dengan sukacita dalam ikatan tali persaudaraan yang hangat. Tak ada yang mempermasalahkan materi. Apakah piso-piso, olop-olop, dalam bentuk nominal rupiah yang paling kecil dianggap sebagai alat pembelian marga?. Tentu tidak.

Bagi kita generasi muda batak, marilah kita menggunakan istilah yang benar ketika seorang yang bukan batak menanyakan sesuatu tentang budaya kita.

51 thoughts on “Membeli Marga Tidak Ada Dalam Adat Batak

  1. Sya orang jawa dan kebetulan pacar saya seorang perempuan batak,saya sudah dikasih tau sama mama pacar saya,kalo saya harus menyiapkan uang sebesar 120jt untuk membeli sebuah marga agar saya bisa menikahi anaknya,mohon penjelasannya dongg terus terang saya ga tau menau mengenai irtilah beli marga ini dan belum lagi saya juga dihadapkan dengan masalah sinamot yang katanya untuk membeli anak perempuannya itu/pacar saya sekarang,tolong kasih saya pencerahan dongg
    Terima kasih

    • Membeli marga bukan serta merta anda menjadi Batak original. Itu hanya salah satu tradisi bagi orang Batak bahwa bila mereka menikah dengan suku di luar suku Batak. Θάπ istilah ‘membeli’ menurut saya kurang manusiawi, krn itu lebih cenderung pada cara adopsi. Jadi biaya Rp 120 juta utk beli marga itu bisa disalahtafsirkan bahwa harga orang Batak hanya senilai itu.

      • @pak amri, Setuju sekali amang munte. itulah alasanya kenapa saya buat tulisan ini….

        @mas aryadi, tak usah ku jawab pertanyaanya, tapi coba sekali lagi baca tulisan ini. semua sudah terangkum didalamnya.. horas

    • horas buat anda yg lg bingung … begini mas uang yg 120 jt yang ortu pacar mas bilang itu bukan tuk beli marga, ingat mas orang batak ga pernah jual marga bahkan membeli pun tidak, krn marga itu bukan sesuatu yang di perjualbelikan. intinya buat mas begini. Jika mas ingin mengawini/kawin dgn orang batak dan pesta perkawinanya memakai acara adat batak berarti mas harus meiliki marga dulu. caranya dalam adat batak disebut “mangaen” marga. pd acara mangaen ini tentu membutuhkan 2 belah pihak keluarga batak yang bermarga berbeda. jd yg mencarikan marga buat mas itu nanti adalah ortunya pacar mas itu, biasanya dari keluarga adik atau kakak perempuan (yang sdh kwn ya) dari bapanya pacar mas itu, pada orang batak disebut “Amang Boru-nya” pacar mas itu. marga itulah nanti yang memberikan marga kepada mas (atas permohonan ortunya pacar mas tentunya) dan mas menjadi anak mereka. jk kedua blh pihak telah ada kesepakatan maka akan dilakukan acara “mangaen ” buat mas yang dlm acara itu harus dihadiri 3 unsur penting dalam adat batak yaitu “Dalihan Na Tolu” + 1 ya itu Raja Dongan Tubu/manat mardongan tubu (Teman 1 marga), Raja ni Hula-hula/somba marhula-hula (kel dr mamanya pacar mas), Raja ni Pamoruan/elek marboru + Raja Huta/Pemuka adat kampung/ditempat domisili unsur ini berfungsi untuk mengetahui bahwa mas telah syah diangkat anak dan diberi marga itu artinya mas berhak melaksanakan perkawin dengan pacar mas dengan acara adat batak penuh. Jd mas dr uraian singkat sy diatas mungkin mas dpt banyangkan bagaimana rumit dan perjalanan acara itu yang tentunya akan memakan biaya. untuk biaya 120jt itu bs kurang bs cukup bs kebanyakan, ini semua tergantung kemampuan mas sendiri, satu hal lg mas dalam adat batak ada istilah “adat do na balga adat do na met-met” artinya kecil besar sama-sama adat, dalam pelaksanaan setiap adat batak bisa dan dapat menyesuaikan dengan kemampuan kita itu semua tergantung dari kesepakatan mas aja dengan calon mertuamu … he he he. intinya jika mas ingin berhasil …… maka lakukan dengan pendekatan yang baik dengan ortu calon mu. selamat ya mas moga berhasil. sy mau bantu anda untuk selanjutnya nanti bila mas memerlukan cukup kirim pertanyaan mas n tujukan ke alamat emailku ini. Amen
      Tuhan memberkati setiap rencana baikmu mas dalam membina rumah tangga yang baik. (boru apa pacarmu itu mas? Aq Simanjuntak.

      • Horas….
        Salam sejahtera ma inang…
        Saat ini aq jg mengalami kesulitan,, krn calonku brasal dri Jawa dan mnjdi prmasalahanku saat ne,,dri pihak kluarga calonku agak keberatan dg ribetnya adat batak,smntra kluarga ingin buat acra adat batak scra saya boru pamggoaran…

        • horas ito.

          Ya harus dipahami juga, kalau permintaan ortumu begitu, maka calonmu akan di margakan dulu sebelum dinikahkan secara adat batak. Klau klrga calon mu tak setuju karena ribet itu, sebaiknya jelaskan dulu bagaimana pernikahan orang batak itu.

  2. @junjunan, klo buat ceweknya untuk nikah dg org btak jg samakan caranya soalnya setau saya sich jg sama.
    Saya jg lg berhubungan dg cow batak tp masalahnya ke bentur di suku. Orang tua cowok maunya dpt menantu dri 1 suku atau plg tidak saya harus dah punya boru.
    klo kasusnya seperi ini gmna ?

    • Ria,
      aku garisbahwahi pernyataanmu ….plg tidak saya harus dah punya boru. lampu hijau masih menyalah. Diskusikan saja proses pemberian marga untukmu. Biasanya adalah Marga dari ibu pacarmu.

      Kalau hubunganmu tulus dan kalian bertekan mewujudkanya, yakinlah tuhan besertamu
      Horas.

      NB. Lihat jawaban saya pada Grace dibawah

      • Mauliate ya admin.. aq dan dia pun berharap hubungan ini bisa dibawa sampai pernikahan. semoga Tuhan selau menyertai kami. Bantu doa ya.
        Mauliate.

  3. Bang, sy mau nanya..
    Kenapa Batak boleh nikah sama batak sjh?
    Apakah itu suatu keharusan dan udah ga bisa diganggu-gugat lagi?
    Kadang2, kalo dipikir” rada ga adiil sih..😦

    Skrg sy lagi menjalani hbngn sama pmda Batak.
    Orgtuanya ga setuju, katanya harus sama2 batak. Apalagi sy keturunan tionghoa..
    Sempat orgtuanya setuju, nanti sy dikasih marga..
    Tapi tiba2 berubah lagi,, harus nikah sama batak.

    • Grace,
      soal pernikahan antar suku sudah lumrah dipertentangkan.
      Ketika anak mengutarakan niatnya kepada ortu bahwa dia bukan menikah dengan batak, hal pertama yang dipikirkan si ibu, “gimana anakku ini nanti”.

      Kenapa dia berpikir seperti itu?, tak lain ada kekhawatiran akan masa depan keluarga si anak begitu selesai menikah. Bagi sang ibu, bila menikah dengan batak, dia sudah paham betul tentang adat istiaadat sang calon menantu. berbeda bila berlainan suku.

      persoalannya saya pikir dalam case mu ini adalah, bagaimana kamu menyakinkan si ortu dari pemuda pujaan hatimu bahwa walau pun kamu bukan dari suku batak, maka kamu bisa dan bertekat melebihi orang batak dalam hal pergaulan, adat, kebiasaan dan kesopanan pada ortu. itu aja kok.

      hanya proses dan waktu yang tidak tepat saya pikir.

      semangatlah, tak ada cadas yang tak bisa di pecahkan ombak dan tak ada gunung didunia ini yg belum di taklukan manusia…kalau jawabanku kurang memuaskan silahkan japri
      salam.

      • Maaf baru dibalas bang..
        Terimakasih atas sarannya…
        Setelah melewati proses yang panjang.. dan proses adatnya juga.. puji Tuhan akhirnya sy sudah menikah dengan dia.. marganya sitorus, dan sy br ambarita..😀

  4. @Admin
    bisa gak ya saya punya boru sebelum menikah dg dia, dengan kata lain saya dapat boru tp bkn dr pihak keluarga pcar ibu saya.
    saya dengar katanya bisa, jadi kayak diangkat jd anak sama mereka.
    karena jujur ya admin, saya belum pernah ketemu dengan ortunya tapi saya sgt tau keinginan dari ortu pacar saya yg sangat menginginkan anaknya dapat pasangan dr 1 suku batak toba.
    saya memang bukan kelahiran batak tapi sampai sekarang saya terus belajar tentang adat batak dan bahasa batak karena saya sgt menjunjung kebudayaan batak.
    bukan karena saya dekat dg org batak lalu saya blg seperti itu ya tapi ya itu tadi karena saya belajar ttg adat batak makanya saya bsa blg sprti itu.
    Bisa kasih saran g.. Mauliate ya

    • Ria,
      bisa atau tidak jawabanya adalah bisa.
      kan banyak pejabat yang dimargakan sekarang ini. heheheh
      masalahnya adalah ada nggak pihak yang mau memargakan ria?. Angkat saja jadi anak, lalu kumpulkan keluarga sebagai bentuk pengumuman bahwa si keluarga itu sudah punya putri baru.

      apa bedanya mengangkat anak dari oro/bayi dengan mengangkat anak setelah anak gadis?, tak ada bukan. heheheh.
      Carilah, syukur-syukur ada.

      saranku sih, minta tolong sama pacarmu. Dan lakukan pendekatan pada keluarga paman pacarmu ( saudara laki-laki dari ibu pacarmu) karena kalau kau mau di jadikan putri batak, lazomnya merekalah orang tuamu nantinya.

      salam dan horas

  5. admin,
    makasih ya atas sarannya. kalau itu emang blum pernah dicoba. Oh iya..
    setau saya biaya untuk pemberian marga itu mahal ya ? bisa sampai puluhan juta karena gak sedikit keluarga yang diundang untuk prosesi tersebut.

  6. Bang, aku mau tanya..aku mau menikah dgn orang ambon yg notabene jg udh punya marga. Tp rencananya kami mau menikah adat. Pertanyaanya :
    1. pakah marga mabonya itu akan hilang?
    2. Apakah berpenagruh sm marga anak kami nantinya?
    3. Apakah ada hitam diatas putih mengenai pemberian marga?
    4. Apakah marga it jg berpengaruh pada dokumen2 seperti Akta kelahiran, Akta Pernikahan, KTP dll?
    Terima kasih. Tuhan memberkati..

    • Tere,
      Calon suamimu harus menjadi orang batak supaya bisa di adatbatakkan. Soal dia akan tetap pakai marga ambonya setelah menikah, itu terserah dia. dan pemargaan anak pun terserah kalian berdua. Mau pakai duaduanya juga gak papa toh?. Pencantuman marga dalam surat menyurat memang ada dalam peraturan perundangundangan. tetapi kalau tak salah, kini, boleh mengosongkoan kolom marga….

  7. salam,
    bingung mau bertanya ttg apa lg, tp sy jg dihadapkan pd persoalan ini. apakah nanti stlh upacara pemberian marga, sya hrs menggunakan nama itu utk seluruh surat penting dan dokumen?
    adakah yg hrs sy lakukan sbg warga batak baru agar diterima dlm masyarakat adat?
    apakah sy bisa menolak pemberian marga ini ketika dr kelg dr pihak sy tdk menyetujui?
    mohon penjelasan, karna sy berasal dr suku berbeda. apakah ketika sy memiliki marga hutagalung nanti, sy wjb ikut serta dlm setiap acara perkumpulan dr marga ini?
    trmksh.
    Salam hangat

    • salam,
      bingung mau bertanya ttg apa lg, tp sy jg dihadapkan pd persoalan ini. apakah nanti stlh upacara pemberian marga, sya hrs menggunakan nama itu utk seluruh surat penting dan dokumen?=== tidak mutlak, kecuali nama panggilan sehari-hari atau diidentitas harian. Kalau soal surat menyurat saya pikir tidak bisa dirubah

      adakah yg hrs sy lakukan sbg warga batak baru agar diterima dlm masyarakat adat?
      apakah sy bisa menolak pemberian marga ini ketika dr kelg dr pihak sy tdk menyetujui?

      Soal menolak atau menerima, tergantung personal ito.

      mohon penjelasan, karna sy berasal dr suku berbeda. apakah ketika sy memiliki marga hutagalung nanti, sy wjb ikut serta dlm setiap acara perkumpulan dr marga ini?
      trmksh.

      ==wajib atau tidak, juga tergantung personal ito. perkumpulan marga adalah wadah sosial dimana setiap anggotanya berhak keluar atau mengikuti. hanya, yang perlu diingat, bila tidak masuk perkumpulan marga, kedekatan personal sedikit berkurang. dan dengan perkumpulan marga, eksistensi kita sebagai orang batak akan ditunjukkan. Saran saya, silahkan ikuti semampu ito. Misalnya bila ada perkumpulan marga hutagalung disekitar rumah ito, atau bila masih saudara-saudara dekat.

      Salam hangat

  8. bg saya mau nanyak, saya orang batak, br silalahi.mama saya br hutabarat.
    trus saya pacaran sama org cina mama’a batak br siahaan.
    trus mama cwokku bilang kalau bpaknya cwok ku marganya di buat marga tambunan,
    tp belum sah secara batak. bisa tak tu di ganti marga bpaknya biar aku bisa sama anaknya. soalnya kalo cwok ku tambunan, mana bisa sama silalahi.
    tolong di kasih solusi y bg

    • Hi Okta,
      Sahkan dulu marga cowokmu. kalau benar sudah marga Tambunan maka kau tak boleh menikahinya. Tak mungkin marga bapak cowokmu Tambunan dan cowokmu sendiri adalah marga lain, bukan?. Btw, istriku boru tambunan loh…

  9. lae q ………..
    jadi begini lae aq udah menikah dengan boru batak….( simanjuntak..)
    aq dibikin marga (pasaribu) suami namborunya..
    suami namboru ini sudah gak ada.
    namborunya ini punya anak perempuan 1 tapi belum menikah sampe sekarang…
    Nah yang kutanyakan………… apa bila “maafnya” namboru ini meninggal kek mananya kewajiban q…
    Sedangkan waktu kami menikah sampe anak q lahir 1 anak 1 boru tidak ada uluran tangannya sama sekali…
    MOhon petunjuknya ya lae……

    • Lae Yonathan,
      Kenapa harus berpikir ada balas budi atau pamrih dari satu ikatan?. Saya gak tahu gimana hubunganmu dengan keluarga itu. Seyogianya, sebutan ‘namboru’ tidak tepat. istrimu yang memanggilnya namboru. kalau lae memanggilnya cukup inang, atau bila penting panggi ibu, mamak, dll. Karena dia sudah orang tuamu.

      Bicara soal kewajibanmu, bila beliau meninggal kelak, lae bisa berdiskusi dengan anak perempuanya. pertanyaamku, gimana hubunganmu dengan ibotomu itu. Sudah kah kau menganggap dia adek mu sendiri?

  10. aku pemuda jawa, kekasihku boru Siringo ringo. kami sudah pacaran 7 th, kedua orang tua sama2 tahu. saat kulamar aku ditolak.
    sehingga kutulis puisi TAK CUKUP SEIMAN di blogku mudjiisa.bkogspot.com
    syair dan puisi 2

  11. aku pemuda jawa, kekasihku boru tSiringo ringo. kami sudah pacaran 7 th, kedua orang tua sama2 tahu. saat kulamar aku ditolak.
    sehingga kutulis puisi TAK CUKUP SEIMAN di blogku mudjiisa.blogspot.com
    syair dan puisi 2

  12. jika si pria non batak menikah dgn wanita batak, tidak pakai pernikahan adat batak. bagaimana pandangan orang batak pada umumnya tentang pernikahan tsb?

  13. Salam kenal, sy keturunan tionghoa, adik cowok sy ingin menorah dg putri batak, Vila tidak “membeli” marga berarti Ms bisa menikah secara Unum, d Gereja Dan catatan sipil, tanpa menikah secara adat batak. Benar gk pendapat sy? Thx

  14. Salam kenal, sy keturunan tionghoa, adik cowok sy ingin menikah dg putri batak, Bila tidak “membeli” marga berarti Ms bisa menikah secara Unum, d Gereja Dan catatan sipil, tanpa menikah secara adat batak. Benar gk pendapat sy? Thx

  15. Bang saya mau tanya
    saya dari marga sianturi, dan kalau saya dapat orang jawa bagaimana?
    apa orang jawa itu harus dapet marga dari saya.
    sementara itu mama saya jawa dan papa saya marga sianturi tetapi sudah pisah (broken home)
    mohon balasannya, trima kasih🙂

  16. Sya mau tanya bang, kira2 brp biaya yg prlu dpersiapkan utk mangaen marga terutama ktika kita mau mmbrikan amplop trima kasih kpd hula2 dan kluarga amangboru yg akan mmbrikan marganya bagi calon pria yg akan mnjadi org batak. Kluarga sya blg berkisar 40-60jt. Apkah smahal itu? Apkah ad batas minimal jmlh pmbrian uang amplop untuk hula2?
    Trimakasih, Tuhan berkati.

    • Dear Rebecca,

      Tak ada patokan soal itu.
      Pemberian amplop hanya sebagai bentuk pengjargaan. tidak lebih.
      bila keluarga amangborunya mengerti tentang ini, maka mereka tidak akan muluk-muluk.
      bicaralah dengan penuh kasih ke mereka

  17. Bang mau tanya, aku cowo jawa…mau menikah dengan cewe batak dan akupun nantinya akan diberikan marga juga. Yang mau aku tanya…bagaimana nama anak kami kelak? apakah diharuskan ada nama marga? atau sah2 saja apabila tidak ada nama marga?

    • Dimas,
      soal pemberian marga pada anak itu tergantung prang tuanya.
      orang batak sendiri banyak yg tidak memakaikan nama marganya.
      tapi yang jelas, begitu kamu diadatkan menjadi orang batak, maka sejak itu kamu sah pakai marda juga keturunan-keturunanmu

  18. Bang sya mau tanya, tolong di jawab ya…
    Sya non batak, calon istri sya org batak br.siagian …apa perlu sya di margai supaya bisa menikahi br.siagian ?atau sah aja menikah tnpa hrus jdi org batak dlu…trima kasih(tolong bls ke email sya bang)

  19. Maaf bang saya mau nanya…
    Saya orang sunda asli punya knalan cewe batak marganya sihotang. Kita deket udh lbih 2 thun kita gx pacaran tapi jujur saling mnyayangi ampe ortunya cewe pun udh dket ma saya bang N skrang terkadang suka iseng ngobrolin pernikahan tpi ttp saya harus punya marga dulu…
    Kata orang batak (cewe yng dket ama saya) klo pemargaan itu ada proses potong kerbau N kerbaunya pun harus dari tanah batak…
    Maaf bang bisa jelasin gx tntang potong kerbau N klo kerbaunya dari tnah sunda gmna bang..??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s