Beranda » Kategori » Parsorion » Sudah Tahu Tidak Punya IMB, Kenapa Dibangun?.

Sudah Tahu Tidak Punya IMB, Kenapa Dibangun?.

HKBP sepertinya tidak pernah sadar dan berkaca pada pengalaman, sehingga semakin banyak air mata yang menetes dan semakin memperdalam rasa kebencian pada orang-orang sekitar. Seharusnya, pemimpin jemaat itu menyadarkan umatnya kalau bangunan fisik bukanlah yang utama. Kenapa harus ngotot dan bersikukuh membangun menara gereja di tengah perumahan?.

Kita ini, para jemaat Kristen HKBP adalah pangisolat di tanah Jawa Barat ini. Jadi sebagai warga pangisolat, tahu diri lah. Wong, baik-baik saja kepada warga sekitar supaya bisa beribadah di rumah, saya rasa itu cukup. Kalau mau membangun gereja megah, ya di kampung kita di Tapanuli saja.

Jangan ngotot atau malah mempertanyakan IMB rumah ibadah orang lain. Itu sama saja dengan meniru perbuatan salah. Apa bedanya seseorang mendebat ketika dia ditangkap dan dipenjara karena mencuri, lalu dia bilang “Loh, amaniTolpus juga pencuri, kenapa tidak ditangkap?”. Urusan IMB orang lain bukan hak kita mempertanyakannya.

Hal lain, betulkah gereja itu sudah menjadi berkat bagi warga sekitar?. Dari tiga misi gereja, yang mana yang menjadi berkat itu?. Seberapa banyak HKBP menyalurkan dana sosialnya kepada masyarakat sekitar?, atau tidak ada sama sekali.

Berkaca pada kasus HKBP Setu, maaf kepada Laeku (temanku sepermainan di kampung) yang juga seorang panitia Pembangunan HKBP Setu, Laeku Masra Markus Simamora kulihat disetiap jepretan poto kameramen yang mengabadikan perubuhan banguanan itu, beliau ini selalu terabadikan. Aku tahu, lae ini sebagai salah seorang panitia, merasa sangat terpukul sekali. Pernah suatu ketika aku berdiskusi dengan beliau, juga dengan lae Amson Siahaan, bahwa pembangunan gereja mereka itu tidak akan berjalan mulus. Kenapa HKBP Setu membangun gereja tak kala memori kasus CIKETING masih dikepala, ?. Mungkin laeku berdua, laeku yang baik ini lah bisa menjawab dalam hati.

Jauh hari sebelum dibangun, saya pernah beribadah di HKBP Setu, gereja dengan dinding ayaman BAMBU dan lantai yang bukan keramik. Jemaat masih nyaman beribadah waktu itu karena beberapa jemaat adalah warga sesepuh di perumahan itu. Warga yang pertama menempati perumahan tersebut.

Tapi itulah gambaran HKBP pada umumnya. Ngotot dan merasa benar. Tak sadar kalau dirinya warga kelas dua di Jawa ini. Berkoar-koar meneriakkan, “Kita negara Pancasila!. Kita Bhinneka Tunggal Ika”, dan kita..kita yang lain. Mengutuki orang lain dan menanamkan dendam dalam hati.

Di Kabupaten Bekasi, banyak gereja yang sudah menyiapkan lahan (tak usah saya sebutkan namanya gerejanya), tapi mereka bersabar hati beribadah di ruko, dan berusaha untuk tidak membangun. IMB sudah ditangan, milyaran dana sudah terkumpul, bahkan dalam PETA Jawa Barat, gereja itu sudah ada. Tapi mereka membaca situasi. Saat ini tidak tepat, dan menunda pembangunan fisik. Dan perlahan mereka mambangun simpati warga dengan bersahabat dan menyisihkan sebagian dari apa yang mereka miliki untuk bantuan sosial.

Sadarlah hai para jemaat HKBP, tak sudah frontal mengahadapi kasus ini. Tak usah berkonfrensi pers. Itu tak ada gunanya kawan. Lebih baik, menenangkan hati jemaat dan membangun komunikasi sesama jemaat lintas gereja bahkan komunikasi dengan warga. Kalau gerejanya di rubuhkan, silahkan. Monggo. Batanya dikumpulin, lalu dijual. Besinya juga di jual saja, lalu hasil penjualanya pada warga sekitar.

Tak ada gunanya melawan kawan. Ingat, sekarang baru gereja yang dilarang. Besok, kebaktian dirumah anda akan didemo. Jadi bersabar sajalah. Bagi gereja yang belum memiliki IMB segeralah mengurusnya.

Satu lagi ini. Warga HKBP harus bertobat. Lah, banyak HKBP terbentuk karena pertengkaran dan perselisihan jemaatnya. Dalam satu perumahan ada dua HKBP yang jemaatnya juga sedikit. Bagaimana orag lain melihatnya?, jika dalam tubuh HKBP sendiripun ada perpecahan. Jadi, kita warga HKBP itu bertobatlah. Jangan ada lagi yang MARBADA HUNDUL, patampak-tampak hundul, pulik-pulik pandohan. Songon pidong sigurguak, diboto ninna alai dang diida. Diboto ninna ‘holong’ alai dang diulahon. Marbada HOHOM.

Itu saja deh…

2 thoughts on “Sudah Tahu Tidak Punya IMB, Kenapa Dibangun?.

  1. Perpecahan dimanapun pasti ada dan itu alkitabiah,,hanya,,kita sebagai warga negara dengan nama indonesia yg harus mengakui isi sila2 dan tidak memandang sebelah mata, perlu dipertanyakan mana kekuatan pemerintah selaku mediator,,mana presiden kita ,,kita harus pertanyakan ini,,seandainya ditanah batak atau dimanapun agama saudara kita diperlakukan dengan salah pasti itu tetap salah,,dan kita harus katakan jika kita benar. semoga ada pemimpin yg tegas,,sukses buat pejuang kebenaran,,

  2. tidak ada yg salah dengan pembangunan gereja tersebut,,,, atau masalah pepecahan,, kalo perpecahan awal dari kebaikan why not,, kita aja protestan ada krna ada reformasi,,, ale na sae terngiang dipikiranku pasti ada hal yg membuat masyarakat setempat menolak pembangunan , songon nadidok pandita parsuranaya pas ro tu malang hami, na adong do ra kecemburuan sosial, ala akka namora parhkbp dan mereka kurang memperhatikan masyrakat sekitar ,,,hape hita na ro do tuhuta ni halakon. adong do tong memang dang alani i,, alana adong do deba akka namandemo i silom nafanatik,,, berbeda dohot silom di jawa timur NU,, yg lebih pluralism. marilah kita sama sama duduk dengan masyarakat sekitar..ada kok solusinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s