Beranda » Kategori » ADAT » Pesta pernikahan orang batak semakin memprihatinkan

Pesta pernikahan orang batak semakin memprihatinkan

Bukan sipanggaron atau sok alim, tapi saya menerima cap itu kalau saya getol menyampaikan ini. Miris hati melihat kehancuran bangso ini. Dulu, tano nya hancur. Lalu dikuti partuturon, kekerabatan hancur karena efek pemilu.
Kini, seremoni adat juga lebur.

Hematku, hal bodoh nasih mempertahankan seremoni adat itu bila isinya sampah semua. Ibarat memasak ikan mas, sekilo ikan dibumbui oleh seratus kilo uram alias bumbu.

Parsinabul tutup mata. Mereka hanya berkoar koar mengurutkan kalimat-kalimat yang menurut mereka harus seperti itulah adat batak. Mereka tak peduli ada segelintir orang yang joget dipinggir sana, hinggar binggar seperti di klub karaoke atau pub. Bahkan beberapa dari mereka ikut menggoyanggoyangkan kepala ketika lagu anak medan dinyanyikan. Sory Cui… hancur demi kawan katanya?, kalau kawan itu sudah rusak, apakah kita ikutan rusak?.

Seremoni adat itu kini lebih banyak hura-hura. Berjoget adalah yang utama daripada memberikan kata petuah kepada keluarga pengantin. Rata-rata orang berbicara memberi nasehat kepada pengantin hanya 2 menit. Sisanya, 5 menit lebih adalah berjoget.

Tua muda ikut berjoget. Namarbao pun ikut berjoget. Bagi saya, jangankan melihat inang bao marjoget, berbicara saja segan. Apa saya yang terlalu kolot?. Lebih miris lagi, kaum ibu pihak hasuhuton (paniaran) ikut merjoget. Tak perduli ada amangbaonya. Seenak hati dan tak ada yang mengingatkan. Inilah batak jaman sekarang.

Saya dan istriku sering saling melemparpandang setiap ke pesta adat. Ada keheranan dalam pikiran istriku. Dia pernah berkata, kalau kaum ina batak itu aneh. Mereka masih asli kelahiran bonapasogit kenapa berkelakuan seperti itu?. Istriku sudah lahir di Jakarta. Yang terpatri dalam pikiranya adalah kalau perempuan batak kelahiran bonapasogit pasti lebih hohom, pantun, tongam, sopan bila dibanding dengan boru batak yang lahir dikota.

Itu dulu. Sekarang?.

Dulu saya tak habis-habisnya berpromosi kebatakan kepada istriku. Sekarang?, kalau saya mengatakan sesuatu yang baik dalam tradisi perempuan batak di kampung, istriku mencibir. “Seperti itu?, sopan pun tidak. Lihat caranya berpakaian. Kenapa tak pakai BH saja. Pamer tubuh. Pamer pakaian. Joget2 pulak dengan amangbaonya” ujarnya semakin sinis.

Istriku, saban ke pesta dia hanya pakai batik. Entah kami posisi di boru dekat hasuhuton, atau hanya sekedar udangan. Sekelumit suasana pesta pernikahan orang batak yang semakin ngawur. Musiknya, berpakaiannya dan lain-lain.

Baca lah syair lagu ini. Inikah yang kita ajarkan pada generasi muda?.

Gadis melayu dengan tor-tor batak,
Siboru toba dengan Goyang deli
Aduh seksinya sayang, aduh genitnya sayang
tua dan muda bergoyang-goyang

Bodi yang indah sayang melenggak-lenggok
Teramat indah sayang di tengak-tengok
Kaki melangkah berputar maju mundur
Ikut irama, irama melayu
Bawalah ulos sayang atau selendang,
kita menari sayang sambil berdendang.
tangan melambai lembut menari-nari
Putar ke kanan dan putar ke kiri

kembali ke *

Teleng sambola goyang ni boru toba ..
Borat tu pudi da pangeolna ..
alai hicca do anggo lakkani patna
marijak-injak songon na marsenam

Dauk gale do gonting ni inang bao
ai tung tanda do nasida boru karo
halak tunggane pe dohot na do mangurdot
laos so diingot baona na dison

Tabulah gendang sayang bertaluh-taluh
tiuplah suling sayang bersahut-sahut
Teteplah adik dekat disamping abang
kita menari dan terus berdendang

aduh seksinya sayang si adik gendut
menari-nari sayang seperti badut
senyum bibirnya sungguh sedap dipandang
kerling matanya oh sungguh menawan

Inikah yang kita wariskan kepada kaum muda?. Tak heran kalau di Jakarta ini sering saya mendengar loe-loe, gua-gua, yang marbao dan marhela atau marparumaen. Adat batak seperti apa yang harus kuceritakan pada kaum muda kelahiran di kota ini?. Saya banyak berinteraksi dengan kaum muda, kini saya bingung harus menjelaskan darimana tentang habatahon itu.

Siapa yang bertanggungjawab?.

Kalau tak ada yang merasa bertanggungjawab lebih baik kita jangan jadi orangbatak. Jangan melaksanakan ritual adat. Cukup acara nasional. Anda berjoget diiringi narkoba dan musik hingar bingar itu sah sah saja.

11 thoughts on “Pesta pernikahan orang batak semakin memprihatinkan

  1. Jelas kau yg nulis ini yg kolot. Sadarlah kau org, diacara kegembiraan kedua keluarga masih sempat kau mencari celah utk menjelaskan pemikiran mu yg menurut mu benar. Trus sehebat apa kau yg beradat?. Cukup ajarkan pada anakmu tentang adat yg kau ketahui. Gak usah jadi timbul rasa SOK oke. Kau bingung menjelaskan sama kaum muda yg ada disekitar mu, tapi kau malah posting yg beginian. Postinglah tentang yg kau ketahui yg bermanfaat jgn hanya posting ribut ga jelas. Biar jgn dibilang org kalau batak cuma jago protes, ngomentarin org.

  2. Tidak dipungkiri bahwa adat Batak sekarang sudah banyak yang mulai menyimpang. Namun untuk ,meluruskannya bukan berarti harus meninggalkan adat tersebut, tapi harus kita upayakan. Misalnya membicarakannya dgn para Pengetuai Adat. Sebab adat Batak adalah cara orang Batak menyalurkan Kasihnya/Kebersamaannya. Jadi Adat adalah Kebiasaan Suku tertentu menyalurkan Suka Dukanya. Suku Jawa punya Adat menginjak Telur dan memandikan Pengantin Perempuan sebelum Menikah. Batak punya cara yang lain. Kita Jangan Apriori. Kalau kita tidak suka Adat Batak, maka Nama dan Marga kitapun haruslah kita tidak sukai. Ganti dgn Nama Orang Barat, Orang Jawa, Orang Kalimantan atau apa saja. Adat yang salah bukan utk ditinggalkan, tapi diperbaiki. tinggal saja bagi kita MAU atau TIDAK.

  3. Perihal adat batak dengan typical orang batak sangat menarik. Ada hal2 yg masih harus di maintain tp perihal efisiensi waktu dan esensi peradatan msh banyak yang harus di adjust. Karena terlalu time consuming sedangkan keluarga/ orangtua batak harus membuka matanya lebar2 akan dilema anak2 pada saat ini yg membutuhkan extra perhatian dan waktu. Sedangkan saat ini ketika weekend orangtua mrk terlalu sibuk menghadiri peradatan dari pagi sampai malam padahal anakz2 berlu dibimbing dan diberi quality time sehingga mereka berakar dan bertumbuh dalam prinsip yang benar akan hidup secara keseluruhan agama, moral, pendidikan.
    Pada saat ini saya yang dalam pergaulan sesama pemuda batak saja terheran2 ada perempuan batak dari huta yg bisa hamil diluar nikah, sebaliknya ada perempuan batak yg di kota akibat pergaulan clubbing, merokok, minum alkohol ketika berkeluarga (entah apakah suaminya mengetahui atau tidak) eh malah tidak dikaruniai keturunan….dll dll masih banyak lagi….
    …hmmm ini adalah tugas berat kita sebagai komunitas batak bahwa adat yg proper, keyakinan dan kasih yang kuat dan kepedulian kita kepada anak2 dan sesama harus berjalan bersama dan seimbang supaya menjadi manusia seutuhnya.

  4. Horas lae. saya anak muda batak kelahiran jakarta. Soal perubahan sikap itu berbeda dengan adat dan tata cara adat dalam sebuah acara batak. Kalau soal penampilan dan perilaku nya, itu mungkin mengikuti era dan perkembangan lae. Agar tidak kaku dan terkesan tidak dapat beradaptasi dengan perkembangan. Lebih jelas nya lae Adat Batak yg harus kita pelihara dan kita junjung adalah dimana posisi dan tanggung jawab kita dalam Adat. Selebih nya itu tergantung perkembangan saja. Horas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s