Pakkat dan Toleransi antar Umat Beragama

Masih bicara soal toleransi beragama di Tapanuli?. Muak saya. Apa sih yg hrs dibanggain bila sudah toleran?, itu kewajiban agama. Kewajiban saling menghargai dan memahami. Tak ada yg perlu dibangga-banggakan, koq. Biasa saja. Hubungan antar manusia diikat oleh kasih persaudaraan, naniihot ni holong melalui adat dalihan na tolu.
Biar tahu kalian ya, di kampung saya, Parluasan Pakkat Nauli hanya satu keluarga yg islam dari ratusan rumah. Tapi, setiap ada ulaon adat maka peran mereka ‘menyelesaikan’ nyawa hewan yg hendak disantap adalah urusan mereka, supaya mereka bisa ikut mencicipi. Dan bila harus pinahan lobu lauk utama maka beberapa ekor ayam akan menjadi jambar parsolam, yaitu jambar mereka.

Itulah saking saling menghargainya.
Kalau kami mau, cuekin saja satu keluarga itu, toh pesta adat kami tetap berlangsung tanpa mereka hadir.
Terakhir sekali saya mengunjungi keluarga ini adalah 5 tahun silam, kala ada pertemuan sekampung, lalu yg memimpin doa–kebiasaan setiap pertemuan–di rumah itu adalah seorang sintua. Orang kristen. Catat!. Bayangkan bagaimana toleransinya ketika orang kristen berdoa di rumah orang islam.
Bagi saya sendiri, tamu-tamuku yg islam sila menggunakan rumahku itu sholat. Suatu ketika, kala saya renovasi teras, para tukangku bisik2 mau cari tempat solat. Lalu mereka sholat diemperan rumah tetangga beralaskan kertas bungkus semen. Begitu saya tahu, saya marah. Kenapa gak di dalam rumah, apa kalian gak boleh berdoa di rumah ku?. Bukan pak, justru kami yg tdk enak sama bapak. Besok, sholat di dlm rumah, ada ambal atau karpet buat alasnya, saya gak punya sajadah, kataku. Sepuluh hari mereka bekerja dan selama itu pula mereka  sholat di dlm rumahku.
Sai na dibaen do.
Seandianya orang kampung saya tidak toleran, sudah sedari dulu tutup warung mereka itu. Kalau mau, kami boikot itu warung.
Oge…oge… sehat do hamu?
Emak Andam Rouliana Samosir 

Masih ingat kah kala malam takbiran di Pakkat?, beberapa bis ukuran sedang disewa para muslim untuk pawai,- takbiran keliling- lalu kami yg kristen akan keluar rumah melambaikan tangan dr dpn rumah masing2, bahkan beberapa orang ikut dalam pawai takbiran keliling itu. Bedug besar di atas bis ditabuh dengan speaker pengeras suara yg nyaring.
Para muslim pawai di tengah perkampungan orang kristen, kami turut berbagai di atas kebahagian kaum muslim. Besoknya, Namboru boru Marbun Rahmat Alfian Panggabean datang ke rumah berlebaran. Pasti makan enak. Ketupat atau lemang juga daging. Tabo nai.
Tiga tahun lalu saya dan ayah memperbaiki mobil di bengkel Sitabagoje. Pemilik bengkel salah seorang tokoh islam di Pakkat. Sembari memperbaiki mobil2 customernya, ia memutarkan radio dari siaran Pelita Batak Dolok Sanggul. Kebetulan hari minggu, jadi programa sore itu adalah mimbar Kristen dan lagu2 nya pun lagu rohani kristen. Apakah lae Sitabagoje dengan tiba2 mengganti siaran radio itu?. Tidak. Ia asyik dengan pekerjaanya. 
Menjelang saat azan magrib, ia pun permisi ke kami untuk sholat magrib di langgar sebelah rumahnya. “Sebentar dulu tulang, saya sholat dulu”

“Sila bere, kami akan menunggu” kata ayah saya.
Setelah selesai sholat saya mencandainya “lae, lagu kasih yesus itu yg menghantar sholat nya lae ya”,  kataku. Kebetulan lagunya Nikita, Kasih dari Surga berkumandang di bengkelnya yg suaranya hingga ke langgar tempat mereka sholat. Dia ngakak.

Apakah kejadian2 di atas mempengaruhi akidah mereka, ketaatan mereka pada agamanya?, tidak. Buktinya, dari anak2 sampai sekarang mereka tetap islam.
Oh ya, lae saya Bambang Sofiyan Situmorang yg paling lucu. Dulu, sebelum kami masing2 berumahtangga, lae ini selalu mengingatkan saya. Lae, natal ni parpakkat minggu depan. Dan bila tdk ada natal par Pakkat di Jakarta, lae ini rajin menanyakan boasa dang marnatal hita lae?.

Hita?, hahaha… kami aja kaleee…eehh gak ..gak… lae ku ini selalu rajin ke acara natal parpakkat.
Ima joi.

Loja nai.

Om toleransi om…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s